ekonomi

Investor Asing Meningkat di Indonesia 2026, Stabilitas Politik dan Diplomasi Ekonomi Jadi Faktor Penentu

Kamis, 16 April 2026 | 06:51 WIB
Aktivitas industri logam dasar yang menjadi sektor investasi terbesar Indonesia pada Triwulan I 2026 dengan nilai mencapai Rp67 triliun. Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani. (Dok. Instagram @Rosanroeslani)

INDONESIA24JAM.COM - Apakah lonjakan investasi Indonesia di awal 2026 menandakan kepercayaan global yang semakin kuat?

Bisakah stabilitas politik dan strategi hilirisasi benar-benar menjadi magnet utama investor di tengah gejolak geopolitik dunia?

Strategi Hilirisasi Dorong Lonjakan Investasi Awal Tahun Indonesia Terkini

Realisasi investasi Indonesia pada Triwulan I 2026 diproyeksikan mencapai Rp497 triliun atau tumbuh 6,9 persen secara tahunan menurut Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Baca Juga: Dari Kasus Ilegal Hingga Lelang Triliunan, Ini Perjalanan Kapal MT Arman 114 yang Disita Negara

Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, menyampaikan proyeksi tersebut dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Rosan Roeslani menyatakan target ini optimistis tercapai setelah mempertimbangkan perkembangan investasi hingga pertengahan April 2026 yang menunjukkan tren positif.

Serapan Tenaga Kerja Meningkat Seiring Realisasi Investasi Nasional
Realisasi investasi Rp497 triliun tersebut diperkirakan menyerap sekitar 627 ribu tenaga kerja baru sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Baca Juga: ASEAN Perkuat Jaring Pengaman Keuangan Kawasan untuk Antisipasi Krisis Global dan Volatilitas Ekonomi

Jumlah tersebut meningkat sekitar 5,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencatat 594 ribu tenaga kerja terserap.

Rosan Roeslani menegaskan peningkatan serapan tenaga kerja menjadi indikator penting keberhasilan investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sektor Industri Logam Dasar Dominasi Investasi Nasional Triwulan Awal

Investasi terbesar tercatat pada sektor industri logam dasar dengan nilai mencapai Rp67 triliun sepanjang Triwulan I 2026.

Baca Juga: Selat Hormuz Jadi Kunci Harga Energi Dunia Konflik Berkepanjangan Picu Lonjakan Biaya dan Industri

Sektor transportasi, pergudangan, dan logistik menyusul dengan Rp54 triliun, diikuti pertambangan Rp51 triliun dan jasa pusat data Rp43 triliun.

Rosan Roeslani menyebut hilirisasi berkontribusi sekitar 30 persen dari total investasi yang masuk ke Indonesia saat ini.

Halaman:

Tags

Terkini