internasional

Bantuan Pangan AS Terancam Akibat Government Shutdown, Ini Dampaknya Bagi Jutaan Penerima Manfaat

Rabu, 11 Maret 2026 | 22:30 WIB
Ilustrasi bantuan pangan.Distribusi bantuan pangan federal menjadi perhatian setelah government shutdown mengancam pendanaan program sosial. (Dok. Kreasi Dola AI)

Namun ketergantungan pada pendanaan federal membuat program tersebut sangat sensitif terhadap kebuntuan politik anggaran.

Dalam pernyataan resminya, Tom Vilsack menekankan bahwa pemerintah berupaya menjaga kesinambungan program nutrisi meskipun menghadapi tantangan fiskal.

Baca Juga: Prabowo Ungkap Potensi Energi dari Sawit, Singkong, dan Jagung untuk Kurangi Ketergantungan Impor BBM Indonesia

SNAP Menjadi Bantuan Pangan Terbesar Bagi Keluarga Berpenghasilan Rendah

Selain WIC, program SNAP juga menjadi bagian penting dalam sistem bantuan pangan nasional Amerika Serikat.

Program ini memberikan dukungan pembelian makanan bagi keluarga berpenghasilan rendah melalui kartu bantuan elektronik yang dapat digunakan di toko bahan pangan.

Sekitar 42 juta warga Amerika Serikat tercatat menerima manfaat dari program SNAP setiap tahun.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Tegaskan Fondasi Ekonomi Kuat Jadi Kunci Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Jika krisis anggaran berlarut-larut, distribusi dana bagi program ini berpotensi terganggu meskipun sebagian layanan darurat masih berjalan.

Menurut Tom Vilsack, pemerintah federal terus bekerja sama dengan negara bagian untuk memastikan program nutrisi tetap menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Isu Global Tentang Ketahanan Program Gizi di Tengah Dinamika Politik

Perkembangan ini menjadi sorotan internasional karena menunjukkan bahwa program bantuan sosial juga dipengaruhi stabilitas politik dan fiskal.

Baca Juga: 20 Poin Rencana Perdamaian Gaza Dijelaskan KSP, Termasuk Status Gaza dan Masa Depan Palestina

Banyak negara menjadikan program nutrisi Amerika Serikat sebagai referensi kebijakan bantuan pangan nasional.

Dalam sejumlah pemberitaan sebelumnya, media arus utama mencatat bahwa government shutdown pernah mengganggu berbagai layanan pemerintah federal.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa keberlanjutan program kesejahteraan sangat bergantung pada konsensus politik dan perencanaan anggaran yang stabil.

Baca Juga: Prabowo Resmikan 218 Jembatan Desa Program Infrastruktur untuk Keselamatan Warga dan Anak Sekolah

Halaman:

Tags

Terkini