INDONESIA24JAM.COM - Apakah pasar tradisional masih mampu bertahan sebagai pusat ekonomi rakyat di era modernisasi perdagangan nasional?
Dapatkah pedagang pasar menjadi pengawas harga sekaligus pelindung daya beli masyarakat Indonesia saat tekanan ekonomi meningkat?
Pra Rakernas APPSI Tegaskan Peran Strategis Pasar Tradisional Ekonomi Rakyat Indonesia
Pra-Rapat Kerja Nasional APPSI pada Jumat (27/2/2026) menegaskan kembali posisi pasar tradisional sebagai tulang punggung ekonomi rakyat Indonesia.
Forum tersebut membahas strategi memperkuat peran pedagang dalam menjaga keseimbangan harga pangan sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional.
Ketua Umum APPSI dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI Sudaryono, menilai pedagang memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan konsumen.
Pedagang Diminta Jadi Mitra Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok
Sudaryono menegaskan anggota APPSI harus mengambil peran aktif membantu pemerintah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok nasional.
“Kita harus ikut aktif mensukseskan program-program beliau,” ujar Sudaryono merujuk pada dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, keterlibatan pedagang penting karena mereka menjadi indikator pertama perubahan harga di tingkat masyarakat.
Ia menambahkan peningkatan produksi pertanian akan memperkuat rantai pasok pangan sehingga harga tetap stabil sepanjang tahun.
Baca Juga: Desakan Hukum Tambang Maluku Utara Menguat Seiring Sorotan Publik Soal Kepatuhan Lingkungan
“Kalau banyak panen maka penghasilan petani meningkat dan pasar menjadi sehat,” kata Sudaryono.
Perlindungan Pasar Tradisional Jadi Prioritas Pemerintah dan Pemerintah Daerah
Sudaryono menekankan perlunya kebijakan daerah yang berpihak kepada pasar tradisional melalui perbaikan fasilitas dan manajemen pasar.