NEWS SUMMARY:
- Pasokan LPG Indonesia dipastikan aman karena pemerintah telah menyiapkan cadangan nasional dan jalur impor alternatif.
- Ketegangan global tidak berdampak langsung terhadap LPG karena Indonesia memiliki sumber pasokan energi dari berbagai negara.
- Diversifikasi energi menjadi strategi utama pemerintah menjaga stabilitas pasokan energi dan kebutuhan masyarakat domestik.
INDONESIA24JAM.COM - Apakah pasokan LPG Indonesia benar-benar aman ketika konflik global mengganggu jalur energi dunia?
Mengapa pemerintah yakin Indonesia tidak terdampak penutupan Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai jalur vital minyak global?
Pemerintah Pastikan Stok LPG Nasional Aman Meski Gejolak Global
Pemerintah memastikan pasokan LPG nasional tetap aman meski terjadi dinamika geopolitik global akibat penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi energi dunia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan cadangan LPG nasional saat ini berada dalam kondisi aman dengan ketahanan di atas sepuluh hari.
"Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM di Istana Negara, Rabu (08/04/2026).
Diversifikasi Pasokan Energi Jadi Strategi Hadapi Ketidakpastian Geopolitik Global
Pemerintah menerapkan strategi diversifikasi pasokan LPG dengan menggandeng sejumlah negara mitra seperti Amerika Serikat, Australia, serta beberapa negara pemasok energi lainnya.
Baca Juga: BPS Catat Harga Gabah Tak Pernah Jatuh di Bawah HPP, Apa Dampaknya Bagi Petani Indonesia
Menurut Bahlil Lahadalia, Indonesia tidak bergantung pada Selat Hormuz karena sumber impor LPG nasional berasal dari berbagai negara yang memiliki jalur distribusi berbeda.
"Kita sudah ambil dari Australia, dari Amerika dan beberapa negara lain," ujar Bahlil Lahadalia.
Pemerintah Siapkan Alternatif Impor Minyak Mentah dari Berbagai Negara Mitra
Selain LPG, pemerintah juga melakukan diversifikasi impor minyak mentah guna menjaga ketahanan energi nasional dari risiko gangguan rantai pasok global.
Baca Juga: Konflik Geopolitik Dorong Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi dan Investor Domestik
Bahlil Lahadalia menjelaskan sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia sebelumnya melewati kawasan Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Utang Negara Dijaga Ketat, Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,5 Persen Awal Tahun 2026
Rencana Special Financial Zone Bali Jadi Senjata Indonesia Tarik Modal Asing Saat Konflik Global Meningkat Tajam
Target Swasembada Energi Dipercepat, Prabowo Fokus Pengembangan Energi Terbarukan dan Biofuel
Indonesia Dinilai Aman dari Krisis Energi Global, Prabowo Soroti Kekuatan Ekonomi dan Sumber Energi
Indonesia Punya Posisi Tawar Tinggi dalam Geopolitik Dunia, Ini Penjelasan Lengkap Presiden Prabowo
Special Financial Center Indonesia Disiapkan Prabowo untuk Tangkap Peluang Investasi Saat Konflik Global Meningkat
Indonesia Siapkan Special Financial Center di Bali Saat Investor Global Mencari Negara Aman untuk Investasi
Stabilitas Negara Bisa Terganggu Disinformasi Digital, Prabowo Tekankan Pentingnya Kontrol Informasi
Prabowo Ingatkan Bahaya Manipulasi AI di Media Sosial, Kritik Tetap Dijaga dalam Demokrasi yang Sehat
Percepat Transisi Energi Lewat B50, Targetkan Pengurangan Emisi dan Efisiensi Devisa Impor BBM Secara Bertahap