NEWS SUMMARY:
- Transformasi energi diproyeksikan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan ketahanan energi stabil di kawasan.
- Krisis energi global dinilai Presiden Prabowo sebagai momentum strategis mempercepat transisi energi terbarukan demi ketahanan energi nasional Indonesia.
- Prabowo menargetkan percepatan transformasi energi nasional dalam 12 bulan untuk memperkuat ketahanan ekonomi menghadapi ketidakpastian global.
INDONESIA24JAM.COM - Benarkah Indonesia bisa keluar lebih kuat dari krisis energi global hanya dalam waktu satu tahun melalui strategi energi terbarukan?
Seberapa realistis target percepatan swasembada energi yang digagas pemerintah di tengah tekanan ekonomi dan geopolitik global saat ini?
Pemerintah Percepat Agenda Swasembada Energi Hadapi Krisis Global Dunia
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pemerintah mempercepat agenda swasembada energi sebagai respons terhadap krisis global akibat konflik geopolitik.
Menurut Prabowo, percepatan kebijakan energi domestik menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam taklimat resmi di Istana Merdeka Jakarta pada Rabu (08/04/2026).
“Krisis dunia ini bagi saya adalah peluang untuk mempercepat langkah kita,” ujar Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia.
Baca Juga: Di Balik Kunjungan Luar Negeri Prabowo Subianto Ada Strategi Besar Jaga Stabilitas Energi Ekonomi
Kebijakan ini memperkuat arah transisi energi yang sebelumnya juga menjadi bagian agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Diversifikasi Energi Nasional Jadi Pilar Kemandirian Ekonomi Indonesia Modern
Prabowo menekankan pentingnya diversifikasi energi melalui pemanfaatan sumber daya domestik sebagai bagian strategi ekonomi nasional.
Ia menyebut potensi batu bara serta komoditas pertanian dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif bernilai tambah tinggi.
Baca Juga: Komitmen Prabowo Jaga Utang Negara Jadi Sinyal Positif Investor Dan Pelaku Usaha Nasional Tahun 2026
“Dan kita bisa dari batu bara, kita bisa menghasilkan solar dan bensin dari batu bara, dari singkong, dari jagung,” jelas Prabowo.
Langkah ini sekaligus memperkuat kebijakan hilirisasi industri yang menjadi prioritas pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Artikel Terkait
Defisit APBN 2026 Mendekati Batas Aman, Menteng Kleb Minta Evaluasi Kebijakan Fiskal Segera Dilakukan
E Purchasing Pengadaan Motor BGN Disorot CBA, Dinilai Kurang Transparan dalam Proyek Anggaran Triliunan Rupiah
Viral Pengadaan Motor BGN Rp3,2 Triliun, CBA Minta Aparat Hukum Telusuri Soal Proses dan Harga Satuan
Langkah Teduh di Persimpangan Politik: Menjaga Amanah Tanpa Takhta
Holding Logistik BUMN Segera Terbentuk, Pemerintah Optimistis Integrasi Korporasi Tingkatkan Kinerja
Strategi BP BUMN Gabungkan 15 Korporasi Logistik Negara untuk Bangun Sistem Distribusi yang Lebih Efisien
DBS Ungkap Risiko Perang Iran Terhadap Pasar Global Harga Energi dan Prospek Investasi Asia Tahun Ini
Selat Hormuz Jadi Titik Panas Dunia, Gangguan Pasokan Minyak Bisa Picu Gejolak Ekonomi Global Baru
Kenapa Motor Listrik BGN Belum Didistribusikan, Ini Penjelasan Resmi Soal Makan Bergizi Gratis Nasional
Jumlah Motor Listrik BGN Jadi Sorotan Publik, Ini Data Realisasi Dan Penjelasan Resmi Terbaru 2026