Bahlil menegaskan bahwa strategi ini dilakukan melalui pengendalian pasokan dan optimalisasi sumber energi nasional serta kerja sama internasional.
“Harga di bawah pasar itu jauh lebih baik, tapi minimal sama dengan harga pasar,” jelas Bahlil Lahadalia.
Pendekatan ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara keberlanjutan fiskal negara dan keterjangkauan harga energi bagi masyarakat.
Kerja Sama Energi dengan Rusia Perkuat Ketahanan Nasional
Pemerintah juga memperkuat ketahanan energi melalui kerja sama strategis dengan Rusia dalam penyediaan minyak mentah dan pembangunan infrastruktur energi.
Bahlil menyebut Rusia siap memasok kebutuhan crude oil Indonesia sekaligus mendukung pembangunan fasilitas penyimpanan dan pengolahan energi.
“Kita akan mendapat pasokan crude dari Rusia, pihak Rusia juga siap membangun beberapa infrastruktur penting,” ujar Bahlil Lahadalia.
Langkah ini melanjutkan tren diversifikasi sumber energi yang sebelumnya juga dilakukan Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tertentu.
Baca Juga: IMF Sebut Ekonomi Indonesia Tangguh, Investor Global Siap Tambah Investasi ke Pasar Domestik
Kebijakan Energi Jadi Penopang Stabilitas Ekonomi Nasional
Kebijakan menjaga harga BBM dan memastikan pasokan energi dinilai sebagai faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sepanjang 2026.
Stabilitas energi berkontribusi langsung terhadap pengendalian inflasi dan menjaga daya saing sektor industri serta logistik nasional.
Dengan jaminan pasokan hingga akhir tahun dan harga yang stabil, pemerintah berupaya memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan masyarakat dalam merencanakan aktivitas ekonomi.****