bisnis

Surplus Pupuk Indonesia Capai 1,5 Juta Ton Pemerintah Prioritaskan Petani Sebelum Ekspor ke India

Sabtu, 18 April 2026 | 06:39 WIB
Produksi pupuk nasional yang tinggi menjadi kunci ketahanan pangan Indonesia di tengah gangguan rantai pasok global. Wamentan Sudaryono. (Dok. Kementan)

Kondisi ini memastikan sektor pertanian nasional tetap berjalan optimal tanpa gangguan distribusi akibat dinamika global.

Kebijakan Ekspor Hati Hati Jaga Keseimbangan Pasar Domestik

Direktur Utama Pupuk Indonesia Holding Company, Rahmad Pribadi, menegaskan ekspor dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan siklus tanam nasional.

Baca Juga: Konflik Amerika Serikat - Iran Hambat Kapal Pertamina di Selat Hormuz, Ini Upaya Pemerintah Indonesia

Menurutnya, meski terdapat kelebihan pasokan secara nasional, distribusi tetap disesuaikan dengan kebutuhan musiman petani di berbagai daerah.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pupuk di tingkat petani.

Kerja Sama Internasional Perkuat Posisi Indonesia dalam Rantai Pasok

Selain India, Indonesia juga menjajaki kerja sama pupuk dengan Australia dalam skema perdagangan yang bersifat timbal balik.

Baca Juga: Indonesia Perkuat Ketahanan Energi Lewat Pasokan Minyak Rusia, Bagaimana Dampaknya Bagi Harga dan Stabilitas

Indonesia mengekspor urea sekaligus mengimpor bahan baku seperti fosfat untuk menjaga keberlanjutan produksi pupuk nasional.

Sudaryono menegaskan kerja sama ini penting untuk mengamankan kepentingan nasional sekaligus menjaga hubungan dagang yang sehat.****

Halaman:

Tags

Terkini