NEWS SUMMARY:
- ASEAN perkuat kerja sama keuangan untuk jaga stabilitas ekonomi di tengah konflik global dan tekanan geopolitik yang meningkat tajam
- Pertemuan AFMGM ke-13 sepakati strategi integrasi keuangan dan konektivitas pembayaran lintas negara di kawasan ASEAN
- Ekonomi ASEAN tetap tangguh didukung permintaan domestik dan investasi meski dihadapkan volatilitas global dan risiko eksternal
INDONESIA24JAM.COM - Di tengah konflik global yang memicu ketidakpastian, apakah ASEAN mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonominya?
Seberapa kuat kolaborasi kawasan menghadapi risiko krisis finansial yang mengintai?
ASEAN Perkuat Ketahanan Ekonomi Hadapi Geopolitik dan Risiko Global
ASEAN mempertegas komitmen menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Baca Juga: Rotasi Pimpinan DJP dan Bea Cukai Jadi Langkah Strategis Kemenkeu Perkuat Pengawasan Internal
Komitmen tersebut dibahas dalam AFMGM ke-13 yang berlangsung pada Jumat (10/4/2026).
Pertemuan ini melibatkan menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara anggota ASEAN.
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menegaskan pentingnya koordinasi kebijakan dalam menghadapi tekanan eksternal.
Baca Juga: Rupiah Melemah Saat Global Risk On, Analis Sebut Ini Sinyal Tekanan Struktural Ekonomi Indonesia
Ketahanan Ekonomi ASEAN Didukung Permintaan Domestik dan Investasi Stabil
Menurut Filianingsih, ekonomi ASEAN tetap tangguh berkat permintaan domestik dan investasi yang stabil.
Namun, kawasan masih menghadapi tantangan seperti volatilitas arus modal dan perubahan iklim.
“Ketahanan ekonomi ASEAN tetap terjaga meskipun tekanan global meningkat,” ujar Filianingsih dalam pernyataan resmi, Senin (13/4/2026).
Baca Juga: Harga Energi Global Naik, DPR Nilai Subsidi BBM Masih Penting Jaga Ekonomi Dan Daya Beli
Kondisi ini menunjukkan fundamental ekonomi kawasan masih relatif kuat dibandingkan wilayah lain.
Konektivitas Pembayaran dan Inklusi Keuangan Jadi Fokus Utama Kebijakan
ASEAN mendorong percepatan konektivitas sistem pembayaran lintas batas untuk meningkatkan efisiensi transaksi.
Artikel Terkait
Peran Indonesia dalam Misi Perdamaian Dunia Diuji Usai Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan
Kebijakan Baru Pemerintah Tambah Anggaran Haji Rp1,77 Triliun Demi Jaga Biaya Terjangkau Jemaah
Penertiban Kawasan Hutan Hasilkan Rp11,42 Triliun, Bagaimana Strategi Pemerintah Kejar Penerimaan Negara
Rp371 Triliun Aset Negara Diselamatkan Satgas PKH Bisa Perbaiki Sekolah dan Infrastruktur Desa
Peran Indonesia Sebagai Guru Pencak Silat Dunia Diakui Prabowo Meski Pernah Kalah dalam Kompetisi Internasional
Mengapa Vietnam Dan Thailand Bisa Kalahkan Indonesia di Pencak Silat, Ini Penjelasan Prabowo Subianto
Pencak Silat Indonesia di Persimpangan, Kepemimpinan Baru IPSI Diharapkan Realisasikan Target Olimpiade
Prabowo Tinggalkan IPSI Setelah 34 Tahun, Misi Pencak Silat Menuju Olimpiade Kini Masuk Babak Baru
Sugiono Nahkodai IPSI 2026-2030, Ini Strategi Besar Bawa Pencak Silat ke Olimpiade Dunia
IPSI Berganti Pemimpin, Sugiono Fokus Perkuat Pendidikan dan Internasionalisasi Pencak Silat Indonesia