• Sabtu, 18 April 2026

ASEAN Susun Strategi Keuangan Baru Hadapi Ketidakpastian Global dan Ancaman Krisis Ekonomi Regional

Photo Author
Tim 24 Jam News, Indonesia 24 Jam
- Rabu, 15 April 2026 | 07:55 WIB
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan kolaborasi negara ASEAN menjadi kunci menghadapi risiko global dan menjaga pertumbuhan ekonomi kawasan tetap stabil (DOk. Kreasi Gemini AI)
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan kolaborasi negara ASEAN menjadi kunci menghadapi risiko global dan menjaga pertumbuhan ekonomi kawasan tetap stabil (DOk. Kreasi Gemini AI)

NEWS SUMMARY:

  • Pertemuan AFMGM ke-13 sepakati strategi integrasi keuangan dan konektivitas pembayaran lintas negara di kawasan ASEAN
  • Ekonomi ASEAN tetap tangguh didukung permintaan domestik dan investasi meski dihadapkan volatilitas global dan risiko eksternal
  • ASEAN susun Finance Sectoral Plan 2026–2030 sebagai roadmap menuju visi komunitas ekonomi kawasan tahun 2045 berkelanjutan

INDONESIA24JAM.COM - Di tengah konflik global yang memicu ketidakpastian, apakah ASEAN mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonominya?

Seberapa kuat kolaborasi kawasan menghadapi risiko krisis finansial yang mengintai?

ASEAN Perkuat Ketahanan Ekonomi Hadapi Geopolitik dan Risiko Global

ASEAN mempertegas komitmen menjaga stabilitas ekonomi kawasan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Baca Juga: Rotasi Pimpinan DJP dan Bea Cukai Jadi Langkah Strategis Kemenkeu Perkuat Pengawasan Internal

Komitmen tersebut dibahas dalam AFMGM ke-13 yang berlangsung pada Jumat (10/4/2026).

Pertemuan ini melibatkan menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara anggota ASEAN.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menegaskan pentingnya koordinasi kebijakan dalam menghadapi tekanan eksternal.

Baca Juga: Rupiah Melemah Saat Global Risk On, Analis Sebut Ini Sinyal Tekanan Struktural Ekonomi Indonesia

Ketahanan Ekonomi ASEAN Didukung Permintaan Domestik dan Investasi Stabil

Menurut Filianingsih, ekonomi ASEAN tetap tangguh berkat permintaan domestik dan investasi yang stabil.

Namun, kawasan masih menghadapi tantangan seperti volatilitas arus modal dan perubahan iklim.

“Ketahanan ekonomi ASEAN tetap terjaga meskipun tekanan global meningkat,” ujar Filianingsih dalam pernyataan resmi, Senin (13/4/2026).

Baca Juga: Harga Energi Global Naik, DPR Nilai Subsidi BBM Masih Penting Jaga Ekonomi Dan Daya Beli

Kondisi ini menunjukkan fundamental ekonomi kawasan masih relatif kuat dibandingkan wilayah lain.

Konektivitas Pembayaran dan Inklusi Keuangan Jadi Fokus Utama Kebijakan

ASEAN mendorong percepatan konektivitas sistem pembayaran lintas batas untuk meningkatkan efisiensi transaksi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X