• Sabtu, 18 April 2026

Minyakita Jadi Patokan Harga Mendag Ingatkan Banyak Alternatif Minyak Goreng Dengan Harga Stabil Di Pasar

Photo Author
Tim 24 Jam News, Indonesia 24 Jam
- Kamis, 16 April 2026 | 22:50 WIB
Pedagang menjelaskan perbedaan harga antara Minyakita dan minyak goreng merek lainnya kepada pembeli. Mendag Budi Santoso. (Dok. Instagram @budisantosofficial)
Pedagang menjelaskan perbedaan harga antara Minyakita dan minyak goreng merek lainnya kepada pembeli. Mendag Budi Santoso. (Dok. Instagram @budisantosofficial)

INDONESIA24JAM.COM - Mengapa Minyakita terlihat berkurang di pasar sementara minyak goreng tetap tersedia?

Apakah benar kelangkaan terjadi atau hanya persepsi akibat perubahan distribusi?

Kelangkaan Minyakita Tidak Sama dengan Krisis Minyak Goreng Nasional

Menteri Perdagangan Memdag) Budi Santoso menegaskan bahwa kabar kelangkaan minyak goreng tidak sepenuhnya akurat karena pasokan nasional masih mencukupi.

Baca Juga: Rute Pelayaran Global Bergeser Akibat Selat Hormuz Terganggu, Pelabuhan Mauritius Jadi Titik Strategis Baru

Ia menyebut bahwa yang terjadi adalah keterbatasan Minyakita di beberapa titik distribusi, bukan kekurangan minyak goreng secara umum.

Menurutnya, masyarakat perlu melihat kondisi pasar secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu merek tertentu.

Minyakita Dirancang Sebagai Instrumen Stabilisasi Harga Pemerintah

Budi Santoso menjelaskan bahwa Minyakita sejak awal dirancang sebagai alat intervensi pemerintah untuk menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Baca Juga: Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Sorotan Global, Investor Lirik Peluang Besar di Tengah Ketidakpastian

Program ini muncul saat lonjakan harga CPO global mendorong produsen mengalihkan pasokan ke ekspor sehingga pasar domestik sempat tertekan.

Melalui skema ini, pemerintah memastikan ketersediaan minyak goreng dengan harga terkontrol di tengah fluktuasi pasar internasional.

Volume Minyakita Mengikuti Dinamika Ekspor CPO Nasional

Ia menegaskan bahwa volume Minyakita tidak bersifat tetap karena bergantung pada tingkat ekspor yang dilakukan produsen minyak sawit.

Baca Juga: IMF Sebut Ekonomi Indonesia Tangguh, Investor Global Siap Tambah Investasi ke Pasar Domestik

Ketika ekspor meningkat, kewajiban DMO mendorong lebih banyak Minyakita beredar, sementara saat ekspor turun, distribusinya ikut menyesuaikan.

Kondisi ini dinilai sebagai mekanisme normal dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan kepentingan ekspor nasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Banny Rachman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X