INDONESIA24JAM.COM - Seberapa realistis target Return on Asset 7 persen bagi Danantara dalam mengelola aset BUMN yang bernilai besar dan beragam sektor?
Apakah tantangan Presiden terhadap Danantara menjadi sinyal transformasi baru pengelolaan aset negara menuju efisiensi dan profitabilitas berkelanjutan?
Pemerintah Tetapkan Target Kinerja Tinggi Bagi Pengelola Aset Negara
Presiden Prabowo Subianto meminta Danantara meningkatkan kinerja melalui target Return on Asset sebesar tujuh persen dalam pengelolaan aset Badan Usaha Milik Negara.
Baca Juga: MSCI dan Luhut Bahas Evaluasi Indeks Global Dampak Besar Bagi IHSG dan Masuknya Dana Asing
Permintaan tersebut disampaikan dalam Indonesia Economic Outlook 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat efisiensi dan produktivitas korporasi milik negara.
Presiden menilai hasil awal reformasi yang dijalankan lembaga tersebut menunjukkan kemajuan signifikan dibandingkan capaian tahun 2024.
Efisiensi BUMN Dinilai Melampaui Kinerja Tahun Sebelumnya Nasional
Prabowo menyampaikan bahwa laporan sementara menunjukkan efisiensi dan reformasi yang dilakukan menghasilkan capaian empat kali lipat dari tahun sebelumnya.
Menurut Presiden, pencapaian tersebut merupakan sinyal awal transformasi pengelolaan aset negara yang lebih profesional dan terukur.
Ia menegaskan capaian tersebut harus ditingkatkan agar pengelolaan aset negara memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
RoA Tujuh Persen Jadi Tolok Ukur Produktivitas Aset Negara
Presiden menilai Return on Asset merupakan indikator penting dalam menilai efektivitas pengelolaan aset oleh Danantara.
Baca Juga: Saham VISI Naik 300 Persen Lalu ARB, Negosiasi Akuisisi Nagita Slavina Uji Fundamental Korporasi
“Dengan target yang tinggi, kita dorong kinerja agar terus meningkat dan tidak cepat puas dengan hasil awal,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Ia menekankan bahwa peningkatan rasio keuntungan terhadap aset akan menunjukkan efisiensi dan produktivitas korporasi milik negara secara nyata.