INDONESIA24JAM.COM - Seberapa besar dampak perundingan tarif Indonesia–Amerika Serikat bagi industri dalam negeri?
Akankah kebijakan ekonomi terbaru pemerintah mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global dan investasi internasional?
Pertemuan Presiden dengan menteri ekonomi di Hambalang menyoroti strategi pemerintah memaksimalkan manfaat perundingan tarif dengan Amerika Serikat bagi industri dan investasi nasional.
Baca Juga: Tambang Emas 2013-2026: 13 Tahun Konflik Lingkungan dan Investasi di Gunung Tumpang Pitu
Hambalang Jadi Pusat Konsolidasi Kebijakan Ekonomi Nasional Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan terbatas bersama jajaran menteri ekonomi di Hambalang, Bogor, pada Minggu (15/2/2026) malam.
Pertemuan tersebut merupakan agenda penting terkait negosiasi tarif dengan Amerika Serikat yang segera ditandatangani.
Hadir dalam rapat tersebut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Mensesneg Prasetyo Hadi.
Baca Juga: Dirjen Pajak Soroti Peran Pajak Dan APBN Jaga Stabilitas Ekonomi Indonesia Di Tengah Konflik Dunia
Fokus Pemerintah Tingkatkan Daya Saing Industri Dalam Negeri
Presiden menekankan bahwa setiap hasil perundingan harus memberikan manfaat konkret bagi Indonesia, khususnya dalam meningkatkan produktivitas industri domestik.
Arahan tersebut mencerminkan strategi pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara keterbukaan perdagangan dan perlindungan industri nasional.
Pemerintah juga ingin memastikan kesepakatan tarif mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.
Baca Juga: Uji Cita Rasa di Jeddah Buka Jalan Ekspor Beras Premium Indonesia untuk Kebutuhan Haji
Perundingan Tarif Diharapkan Dorong Investasi dan Ekspor Nasional
Menteri Investasi Rosan Roeslani menegaskan kebijakan tarif yang tepat dapat menarik investasi baru dan memperluas ekspor produk manufaktur Indonesia.