INDONESIA24JAM.COM - Apakah biaya haji 2026 benar-benar turun di tengah lonjakan harga avtur global yang terus menekan biaya penerbangan?
Bagaimana pemerintah memastikan jemaah tidak menanggung beban tambahan saat harga energi dunia meningkat tajam?
Pemerintah Tambah Anggaran Haji Demi Redam Dampak Kenaikan Avtur Global
Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran Rp1,77 triliun dari APBN untuk menutup lonjakan biaya penerbangan haji 2026 akibat kenaikan harga avtur global.
Kebijakan ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu.
Ia menegaskan tambahan anggaran tersebut berasal dari cadangan APBN hasil efisiensi belanja pemerintah sepanjang tahun berjalan.
Pemerintah memastikan intervensi ini bertujuan menjaga stabilitas biaya haji agar tidak membebani sekitar 220 ribu calon jemaah Indonesia.
Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi fiskal responsif menghadapi tekanan global di sektor energi dan transportasi udara.
Efisiensi Anggaran Negara Jadi Sumber Utama Penopang Kebijakan Haji
Purbaya menjelaskan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah membuka ruang fiskal untuk dialokasikan ke kebutuhan mendesak seperti biaya haji.
Ia menyebut cadangan anggaran yang dikumpulkan dari penghematan dapat dipindahkan untuk menutup pengeluaran baru yang tidak terduga.
“Dari APBN lah, kan masih ada cadangan-cadangan,” ujar Purbaya dalam keterangannya di Istana.
Ia menambahkan bahwa perhitungan efisiensi dilakukan sepanjang tahun sehingga sebagian dana dapat dimanfaatkan sebelum akhir periode anggaran.