ekonomi

Bagaimana APBN Menyelamatkan Biaya Haji 2026 dari Lonjakan Avtur Global, Ini Penjelasan Pemerintah

Sabtu, 11 April 2026 | 08:45 WIB
Menkeu Purbaya siapkan tambahan Rp1,77 triliun dari APBN untuk menjaga biaya haji 2026 tetap terjangkau meski harga avtur global meningkat tajam. (Instagram.com @Menkeuri)

INDONESIA24JAM.COM - Apakah biaya haji 2026 benar-benar turun di tengah lonjakan harga avtur global yang terus menekan biaya penerbangan?

Bagaimana pemerintah memastikan jemaah tidak menanggung beban tambahan saat harga energi dunia meningkat tajam?

Pemerintah Tambah Anggaran Haji Demi Redam Dampak Kenaikan Avtur Global

Pemerintah menyiapkan tambahan anggaran Rp1,77 triliun dari APBN untuk menutup lonjakan biaya penerbangan haji 2026 akibat kenaikan harga avtur global.

Baca Juga: Indonesia Nilai Kesepakatan Iran - Amerika Serikat Bisa Kurangi Risiko Krisis Energi dan Ketegangan Global

Kebijakan ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu.

Ia menegaskan tambahan anggaran tersebut berasal dari cadangan APBN hasil efisiensi belanja pemerintah sepanjang tahun berjalan.

Pemerintah memastikan intervensi ini bertujuan menjaga stabilitas biaya haji agar tidak membebani sekitar 220 ribu calon jemaah Indonesia.

Baca Juga: Biaya Haji Indonesia 2026 Turun di Tengah Kenaikan Avtur, Pemerintah Menekan Beban Jemaah Tahun Depan

Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi fiskal responsif menghadapi tekanan global di sektor energi dan transportasi udara.

Efisiensi Anggaran Negara Jadi Sumber Utama Penopang Kebijakan Haji

Purbaya menjelaskan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah membuka ruang fiskal untuk dialokasikan ke kebutuhan mendesak seperti biaya haji.

Ia menyebut cadangan anggaran yang dikumpulkan dari penghematan dapat dipindahkan untuk menutup pengeluaran baru yang tidak terduga.

Baca Juga: Jalur Laut Indonesia Jadi Sorotan Dunia, Prabowo Tegaskan Pentingnya Ketahanan Energi dan Pangan Nasional

“Dari APBN lah, kan masih ada cadangan-cadangan,” ujar Purbaya dalam keterangannya di Istana.

Ia menambahkan bahwa perhitungan efisiensi dilakukan sepanjang tahun sehingga sebagian dana dapat dimanfaatkan sebelum akhir periode anggaran.

Halaman:

Tags

Terkini