NEWS SUMMARY:
- Pemerintah memastikan rasio utang tetap terkendali untuk menjaga kredibilitas fiskal dan stabilitas ekonomi nasional.
- Optimisme pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap terjaga meski tekanan global masih membayangi berbagai negara berkembang.
- Kebijakan fiskal hati-hati diharapkan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2026.
INDONESIA24JAM.COM - Apakah rasio utang Indonesia benar-benar masih aman di tengah tekanan ekonomi global?
Mampukah pemerintah menjaga defisit anggaran tetap disiplin sambil mendorong pertumbuhan ekonomi 5,5 persen pada awal 2026 ini?
Pemerintah Jaga Rasio Utang Indonesia di Bawah Batas Aman Fiskal
Pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas fiskal dengan mempertahankan rasio utang nasional di bawah 40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Baca Juga: Cadangan Energi Diperkuat Tambahan Kapal LPG, Pemerintah Optimistis Pasokan Aman Untuk Kebutuhan
Komitmen tersebut disampaikan setelah Rapat Kerja Pemerintah di Istana Negara Jakarta pada Rabu (08/04/2026) yang membahas kondisi ekonomi nasional.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga kesehatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
“Bapak Presiden tadi komit bahwa rasio utang dijaga di level 40 persen walaupun Undang-Undang menyiapkan batas sampai 60 persen terhadap PDB,” kata Airlangga Hartarto.
Strategi Pemerintah Menjaga Defisit Anggaran Tetap Terkendali Sepanjang Tahun Anggaran
Selain menjaga rasio utang, pemerintah juga memastikan defisit APBN tetap berada di bawah batas psikologis 3 persen.
Batas defisit tersebut mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang menjadi rujukan pengelolaan fiskal nasional.
Airlangga menjelaskan disiplin fiskal ini akan dijaga hingga akhir tahun anggaran sebagai bagian dari strategi menjaga kepercayaan investor.
Baca Juga: BPS Catat Harga Gabah Tak Pernah Jatuh di Bawah HPP, Apa Dampaknya Bagi Petani Indonesia
“Demikian pula defisit dijaga di level 3 persen dan ini akan dijaga sampai dengan akhir tahun,” ujar Airlangga Hartarto.
Artikel Terkait
Utang Negara Dijaga Ketat, Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,5 Persen Awal Tahun 2026
Rencana Special Financial Zone Bali Jadi Senjata Indonesia Tarik Modal Asing Saat Konflik Global Meningkat Tajam
Indonesia Dinilai Aman dari Krisis Energi Global, Prabowo Soroti Kekuatan Ekonomi dan Sumber Energi
Posisi Geografis Indonesia Disebut Prabowo Kunci Kekuatan Baru Ekonomi di Tengah Gejolak Global Saat Ini
Special Financial Center Indonesia Disiapkan Prabowo untuk Tangkap Peluang Investasi Saat Konflik Global Meningkat
Indonesia Siapkan Special Financial Center di Bali Saat Investor Global Mencari Negara Aman untuk Investasi
Stabilitas Negara Bisa Terganggu Disinformasi Digital, Prabowo Tekankan Pentingnya Kontrol Informasi
Prabowo Ingatkan Bahaya Manipulasi AI di Media Sosial, Kritik Tetap Dijaga dalam Demokrasi yang Sehat
Percepat Transisi Energi Lewat B50, Targetkan Pengurangan Emisi dan Efisiensi Devisa Impor BBM Secara Bertahap
Pasokan LPG dari Amerika dan Australia Jadi Kunci Stabilitas Energi Nasional di Tengah Krisis Global