INDONESIA24JAM.COM - Tak banyak yang tahu bahwa Dusun Citapen di Ciamis menyimpan kisah prasejarah yang luar biasa.
Jejak tangan manusia purba di tebing batu Citapen bukan sekadar lukisan kuno, tetapi simbol peradaban awal yang pernah hidup di tanah Sunda ribuan tahun silam.
Situs Batu Tulis Citapen berlokasi di Desa Sukajaya, Kecamatan Rajadesa, Kabupaten Ciamis, dengan ketinggian sekitar 542 meter di atas permukaan laut.
Baca Juga: Pertamina EP Dorong Inovasi Hulu Migas, Investasi 2025 Capai hingga 15,9 Miliar Dolar AS
Tebing batu breksi vulkanik selebar 16 meter itu memperlihatkan goresan tangan dan motif dedaunan yang diperkirakan dibuat sekitar 7.000 tahun lalu.
Masyarakat sekitar menyebutnya “Batu Tulis Citapen”, yang kini dianggap saksi sejarah keberadaan manusia purba di Priangan Timur.
Peneliti Belanda Hingga Australia Tertarik Kajian Situs Citapen
Situs ini pertama kali diteliti arkeolog Belanda KROM pada 1914 dan disebut sebagai peninggalan dari zaman Pliosen Bawah.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2025: SBY Klaim Prediksi 15 Tahun Lalu Terwujud Seutuhnya
Lebih dari seabad kemudian, Prof. Dr. Michael Morwood dari Universitas New South Wales, Australia, meneliti kembali situs ini dan menemukan kemiripan pola dengan rock art Suku Aborigin di Kimberley.
Temuan ini menegaskan adanya keterhubungan antara masyarakat purba Nusantara dengan komunitas manusia awal di Australia.
Bukti Awal Budaya Visual Manusia Purba di Priangan Timur
Menurut Balai Arkeologi Bandung, struktur batu Citapen yang berasal dari breksi vulkanik menunjukkan bahwa permukaan tebing mudah diukir.
Baca Juga: Ekonomi Indonesia 2025: SBY Klaim Prediksi 15 Tahun Lalu Terwujud Seutuhnya
Hal itu memudahkan manusia purba membuat simbol-simbol tangan dan dedaunan sebagai bentuk ekspresi atau komunikasi.
Ukuran simbol yang berkisar 13–17 sentimeter memperlihatkan keterampilan teknis yang luar biasa untuk masa prasejarah.