INDONESIA24JAM.COM - Apakah lonjakan harga cabai selalu harus berakhir dengan keluhan masyarakat di pasar tradisional?
Seberapa efektif langkah pemerintah memindahkan pasokan lintas pulau untuk menekan harga pangan yang langsung menyentuh dapur rumah tangga?
Mobilisasi Pasokan Cabai Nasional Jadi Strategi Cepat Stabilkan Harga
Pemerintah mempercepat stabilisasi harga cabai rawit merah di Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui mobilisasi pasokan dari sentra produksi Enrekang, Sulawesi Selatan, Minggu (1/3/2026).
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik Tajam Jika Konflik Iran - AS Meluas dan Tekan Ekonomi Indonesia
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengawal langsung distribusi cabai yang masuk melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok, sebagai intervensi cepat menambah pasokan pasar.
Langkah tersebut menjadi bagian strategi stabilisasi harga pangan nasional dengan memastikan distribusi dari wilayah surplus menuju daerah yang mengalami tekanan harga tinggi.
Direktur Penganekaragaman dan Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, mengatakan intervensi ini telah dirancang bersama pemerintah daerah sebagai respons dinamika harga cabai di NTB.
Baca Juga: APPSI Perkuat Peran Pedagang Pasar Tradisional Jaga Stabilitas Harga Pangan Bersama Pemerintah
“Begitu pasokan dari sentra produksi tersedia, langsung kami dorong masuk ke NTB supaya suplai bertambah dan harga lebih cepat terkendali,” ujar Rinna Syawal, Badan Pangan Nasional.
Fasilitasi Distribusi Pangan Dorong Pasokan Cepat Menuju Wilayah Konsumsi
Pada tahap awal, pemerintah memobilisasi sebanyak 1.180 kilogram cabai rawit merah dari petani Enrekang dengan harga pembelian sekitar Rp58.000 per kilogram.
Distribusi dilakukan melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) yang memberikan dukungan pembiayaan transportasi antardaerah sebagai instrumen stabilisasi pasokan nasional.
Rinna Syawal menjelaskan cabai intervensi dilepas ke pengecer sekitar Rp63.000 per kilogram dengan harga konsumen dijaga pada kisaran Rp68.000 hingga Rp73.000 per kilogram.
“Ini intervensi terukur agar penambahan pasokan langsung terasa dan membantu meredam tekanan harga di pasar,” kata Rinna Syawal dari Badan Pangan Nasional.
Artikel Terkait
Konflik Iran vs Israel Memasuki Babak Baru Saat Klaim Kematian Ali Khamenei Guncang Stabilitas Geopolitik
Dunia Bereaksi Atas Wafatnya Ali Khamenei, Transisi Kekuasaan Iran Dinilai Krusial Bagi Stabilitas Politik
Dari Gunung Sakral Menjadi Proyek Tambang Raksasa, Kisah Panjang Transformasi Emas Tumpang Pitu
Tambang Emas Tumpang Pitu Ybah Lanskap Ekonomi Lokal Sekaligus Memicu Perdebatan Lingkungan
Kontroversi Tambang Nikel Maluku Utara Jadi Momentum Evaluasi Regulasi Investasi dan Pengawasan SDA
Polemik Tambang Pulau Gebe Perlihatkan Tantangan Transparansi Antara Kepentingan Bisnis dan Kuasa Politik
Serangan AS dan Israel Ke Iran Picu Kekhawatiran Lonjakan Harga Minyak Dunia dan BBM Indonesia
Harga Minyak Dunia Terancam Naik Jusuf Kalla Ingatkan Risiko Krisis Energi Indonesia Akibat Konflik Iran
Ketergantungan Impor Energi Jadi Sorotan Saat Konflik Iran - Amerika, Tingkatkan Risiko Ekonomi Indonesia
Peran Pedagang Pasar Tradisional dalam Strategi Pemerintah Menekan Inflasi Pangan Nasional Tahun 2026