INDONESIA24JAM.COM - Benarkah investor global mulai meragukan arah kebijakan fiskal Indonesia saat ini?
Apakah program sosial dan lembaga investasi baru memicu ketidakpastian bagi pasar internasional?
Analisis Ferry Latuhihin Soal Persepsi Investor Asing Indonesia
Ferry Latuhihin, analis pasar dan kreator konten ekonomi, menyebut investor asing menilai ekonomi Indonesia menghadapi fase penuh ketidakpastian kebijakan.
Baca Juga: Seleksi Komisioner OJK 2026 Resmi Dibuka, Pansel Dibentuk Lewat Keppres dan Proses Empat Tahap
Ia menyampaikan pandangan tersebut berdasarkan diskusi dengan pelaku pasar global yang menyoroti arah fiskal dan belanja negara pemerintah baru.
Menurut Ferry, investor melihat perubahan kebijakan besar sebagai faktor yang memerlukan waktu untuk dinilai dampaknya terhadap stabilitas ekonomi.
Ketidakpastian Fiskal dan Dampaknya Pada Persepsi Pasar Global
Ferry Latuhihin menjelaskan investor memandang kondisi ekonomi Indonesia sebagai situasi yang tidak lagi sekadar berisiko melainkan penuh ketidakpastian.
Baca Juga: Perminas untuk Proyek LTJ Ubah Peta BUMN Tambang Nasional dan Strategi Hilirisasi Mineral Indonesia
Ia menyebut perbedaan antara risiko dan ketidakpastian terletak pada kemampuan pasar memprediksi dampak kebijakan menggunakan data historis.
Ketika kebijakan baru dianggap sulit diproyeksikan, investor cenderung menahan investasi hingga arah kebijakan fiskal menjadi lebih jelas.
Program MBG dan Perhitungan Anggaran dalam Sorotan Investor
Ferry Latuhihin menilai program Makan Bergizi Gratis menjadi perhatian utama investor karena kebutuhan anggaran diperkirakan melebihi Rp300 triliun.
Baca Juga: Outlook Perbankan Indonesia Disorot Moody’s, OJK Siapkan Klarifikasi Data Rasio Modal dan Likuiditas
Ia berpendapat pengalokasian yang lebih terfokus pada wilayah prioritas dapat mengurangi beban fiskal tanpa mengurangi tujuan sosial program.
Investor menurutnya menilai efektivitas dan keberlanjutan pembiayaan program menjadi faktor penting dalam menilai stabilitas APBN Indonesia.
Artikel Terkait
Manuver Partai Koalisi Dukung Prabowo 2 Periode dan Perebutan Kursi Wakil Presiden Strategis
Dukungan Prabowo 2 Periode Menguat 2026, Indikator Stabilitas Politik dan Persaingan Cawapres
Penurunan IHSG Picu Evaluasi, Pemerintah Perketat Pengawasan OJK dan BEI, Jaga Kepercayaan Investor
Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Bergantung Stabilitas, Anggaran Polri 2021–2026 Naik 5,7 Persen Tahunan
Stabilitas Nasional Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi Lewat Kanal Debottlenecking
Isu 4 Surat MSCI Picu Kekhawatiran Investor Pemerintah Dorong Free Float 15 Persen Demi Transparansi
Data Rasio Modal Perbankan Indonesia di Atas 25 Persen OJK Klarifikasi Outlook Negatif Moody’s Global
Proyek Logam Tanah Jarang Diserahkan ke Perminas, Danantara Tak Libatkan Korporasi Tambang Lama
Dibuka 11 Februari, Pemerintah Targetkan Kepemimpinan Baru OJK Perkuat Stabilitas Sistem Keuangan
Rp300 Triliun untuk MBG Disorot Investor Global, Ferry Latuhihin Ungkap Risiko Ketidakpastian Ekonomi