• Sabtu, 18 April 2026

Danantara Fokus Lindungi Pelaku Usaha Kecil Sambil Dorong Korporasi Jadi Pemain Global Strategis

Photo Author
Tim 24 Jam News, Indonesia 24 Jam
- Rabu, 4 Maret 2026 | 06:25 WIB
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjelaskan strategi pemerataan ekonomi nasional dalam refleksi satu tahun berdirinya lembaga investasi strategis pemerintah Indonesia. (Instagram.com @rosanroeslani)
CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani menjelaskan strategi pemerataan ekonomi nasional dalam refleksi satu tahun berdirinya lembaga investasi strategis pemerintah Indonesia. (Instagram.com @rosanroeslani)

INDONESIA24JAM.COM - Mengapa petani dan peternak lokal masih kesulitan masuk program negara yang menjanjikan pasar besar?

Apakah pembangunan ekonomi Indonesia benar-benar memberi ruang bagi pelaku kecil untuk tumbuh bersama?

Dari Dapur Makan Bergizi Gratis Terlihat Wajah Ekonomi Indonesia Sesungguhnya

Satu tahun perjalanan Danantara Indonesia membuka gambaran nyata tentang kesenjangan ekonomi yang selama ini tersembunyi di balik angka pertumbuhan nasional.

CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyebut pelajaran terbesar berasal dari interaksi langsung dengan pelaku ekonomi kecil di berbagai daerah.

Baca Juga: Ketahanan Pangan.Aman Jelang Ramadan 2026, Pastikan Surplus Beras dan Komoditas Strategis

Ia mengatakan banyak UMKM memiliki produk berkualitas tetapi gagal masuk rantai pasok nasional karena keterbatasan teknologi dan sertifikasi.

Menurut Rosan Roeslani, paradoks terbesar muncul ketika modal global mudah digerakkan, tetapi pelaku usaha kecil sulit mengakses pasar domestik.

“Ekonomi Indonesia akan maju bila yang besar menjadi pemain global dan yang kecil dibuat merdeka serta naik kelas,” ujarnya.

Baca Juga: Analisis Ekonom Ungkap Risiko Besar Ekonomi Jika Jalur Minyak Dunia Terganggu Konflik Iran - Amerika

Pengamatan lapangan memperlihatkan ketimpangan nyata antara potensi ekonomi rakyat dan struktur industri nasional.

Kisah Susu Lokal Menggambarkan Tantangan Nyata Peternak Indonesia Hari Ini

Contoh paling nyata terlihat pada pasokan susu dalam program Makan Bergizi Gratis yang mengalami keterbatasan distribusi beberapa bulan terakhir.

Pabrik besar menerapkan antrean produksi hingga dua bulan, sementara harga tetap tinggi dan keuntungan terkonsentrasi pada distributor besar.

Baca Juga: Jusuf Kalla Soroti Dampak Perang Iran Terhadap Harga Minyak Dunia dan Ketahanan Energi Indonesia ke Depan

Di sisi lain, peternak sapi dan kambing yang tergabung dalam koperasi desa belum mampu memenuhi standar pengolahan susu teknologi UHT.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X