Diversifikasi energi juga dinilai penting untuk menjaga daya tahan ekonomi terhadap fluktuasi harga energi global.
Baca Juga: Cadangan Energi Diperkuat Tambahan Kapal LPG, Pemerintah Optimistis Pasokan Aman Untuk Kebutuhan
Posisi Geografis Indonesia Dinilai Aman dari Gangguan Distribusi Energi
Prabowo menjelaskan posisi geografis Indonesia memberi keuntungan strategis dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Ia mengatakan sebagian jalur energi Indonesia tidak bergantung pada wilayah konflik utama distribusi energi dunia.
“Ternyata setelah mengkaji, kita punya kekuatan ekonomi yang cukup kuat,” kata Prabowo Subianto.
Ia juga menyebut Indonesia berpotensi menjadi alternatif sumber energi kawasan apabila penguatan sektor energi berjalan konsisten.
Kondisi ini memperkuat optimisme terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global.
Optimisme Pemerintah Hadapi Masa Kritis Transisi Energi Global Mendatang
Prabowo memperkirakan fase kritis krisis global akan berlangsung dalam jangka pendek sekitar dua belas bulan ke depan.
Baca Juga: Konflik Geopolitik Dorong Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi dan Investor Domestik
Ia optimistis setelah periode tersebut Indonesia akan berada dalam posisi lebih kuat dari sisi ketahanan energi.
“Sesudah dua belas bulan kita akan menjadi sangat kuat,” ujar Prabowo Subianto dalam keterangannya.
Pemerintah berharap percepatan energi terbarukan dapat mempercepat kemandirian energi nasional secara signifikan.
Sejumlah laporan media sebelumnya juga menyebut penguatan energi domestik menjadi fokus kebijakan ekonomi pemerintah beberapa tahun terakhir.****