Gagasan tersebut, menurut Presiden, juga mendapat masukan dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dalam pembahasan strategis sebelumnya.
Ia menilai arus modal dari kawasan konflik berpotensi mencari negara stabil seperti Indonesia sebagai tujuan baru.
Kerja Sama Lintas Kementerian Jadi Kunci Keberhasilan Program Investasi Nasional
Presiden menekankan keberhasilan strategi investasi tidak hanya bergantung kebijakan, tetapi juga kekompakan pelaksanaan antar lembaga negara.
Ia meminta seluruh kementerian dan lembaga menyelaraskan program kerja untuk mendukung agenda pembangunan nasional.
Baca Juga: Konflik Geopolitik Dorong Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi dan Investor Domestik
"Tidak boleh ada pemikiran sektoral, kita harus kerja sama," ujar Prabowo dalam arahannya.
Presiden menegaskan konsistensi kebijakan akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia.
Fondasi Ekonomi Domestik Jadi Modal Indonesia Hadapi Persaingan Investasi
Sejumlah indikator ekonomi nasional menunjukkan daya tahan yang relatif baik terhadap tekanan global dalam beberapa tahun terakhir.
Fundamental tersebut meliputi konsumsi domestik kuat, inflasi terkendali, serta pertumbuhan investasi yang tetap terjaga.
Sejumlah laporan media ekonomi nasional juga menyebut reformasi hilirisasi industri memperkuat daya tarik investasi jangka panjang Indonesia.
Dengan kombinasi stabilitas dan reformasi kebijakan, Indonesia dinilai memiliki peluang memperbesar peran dalam peta investasi global.
Baca Juga: Konsolidasi Logistik Jadi Model Transformasi Korporasi Negara Lebih Sehat Dan Kompetitif Global
Presiden menutup arahannya dengan menegaskan pentingnya kerja keras dan ketelitian seluruh jajaran pemerintah dalam mengelola peluang tersebut.****