INDONESIA24JAM.COM - Seberapa besar peran industri tekstil terhadap pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja Indonesia di tengah persaingan global?
Akankah strategi kebijakan baru pemerintah mampu mengangkat kembali sektor padat karya yang menopang jutaan pekerja dan devisa nasional?
Kontribusi Industri Tekstil Terhadap Ekonomi dan Tenaga Kerja Nasional
Industri tekstil dan produk tekstil merupakan sektor padat karya strategis yang menyerap sekitar 3,76 hingga 3,97 juta tenaga kerja hingga Agustus 2024.
Baca Juga: Prabowo Bertemu 5 Konglomerat Selama 4 Jam Bahas Indonesia Incorporated dan Penguatan Ekonomi
Sektor ini berkontribusi sekitar 20,51 persen terhadap tenaga kerja manufaktur serta menyumbang 6 hingga 7 persen ekspor nonmigas nasional.
Pertumbuhan industri TPT tercatat 4,37 persen pada kuartal IV-2025 dan mencapai 5,39 persen pada tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pendiri dan Wakil Ketua Majelis Pertimbangan BPP KAPMI (Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia), Tody Ardiansyah Prabu menilai sektor tekstil tetap vital bagi stabilitas ekonomi dan penyerapan tenaga kerja nasional.
Baca Juga: Strategi Danantara Buka Semua Bank dan Investasi Saham Harian, Perkuat Pembiayaan Proyek Energi
Tantangan Struktur Biaya Produksi Dan Ketergantungan Bahan Baku Impor
Biaya tenaga kerja meningkat dalam sepuluh tahun terakhir tanpa diimbangi peningkatan produktivitas, pelatihan, dan dukungan teknologi industri.
Ketergantungan pada impor bahan baku membuat industri rentan terhadap fluktuasi nilai tukar serta harga global serat sintetis dan kapas.
Tarif energi dan logistik yang relatif tinggi turut menekan efisiensi produksi dan mengurangi daya saing harga produk tekstil Indonesia.
Tody Ardiansyah Prabu menyebut reformasi struktural diperlukan agar industri tekstil tidak terjebak biaya tinggi dan stagnasi ekspor.
Strategi Pemerintah Dorong Reindustrialisasi Dan Target Pertumbuhan Nasional
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai delapan persen pada 2028 hingga 2029 dengan manufaktur sebagai penggerak utama.
Artikel Terkait
Mengenal Agus Widjojo dan Gagasan Strategis Tentang Supremasi Sipil dalam Reformasi Militer
Dugaan Suap Importasi Bea Cukai Terkuak, John Field Serahkan Diri dan 6 Tersangka Ditetapkan KPK
Data Sawit Ilegal Dipersoalkan, POPSI Soroti Perbedaan Status Kawasan Konservasi dan Hutan Produksi
Satgas Sawit Audit 4 Juta Ha Kebun, POPSI Ingatkan Dampak Label Ilegal terhadap Petani dan Reputasi Global
Pengalihan IUP Tambang Emas Disorot Kajian Sebut Rujukan Regulasi Tak Atur Pemindahan Izin Produksi
Ekonom UI Ungkap Ancaman Ekonomi Rente Bagi Indonesia Usai Peringatan Moody’s dan MSCI 2026
Fakta Golden Share 10 Persen, Dari Tambang EmasTumpang Pitu dan Dampak Terhadap Pendapatan Daerah
Kepastian Hukum Tambang Martabe Disorot Investor Saat Kaji Pengalihan Operasional ke BUMN Nasional
Karifikasi Korporasi Agincourt Resources dalam Dialog Pemerintah Soal Izin Tambang Emas Martabe Kontroversial
IHSG Naik 50 Persen dalam 9 Bulan, Moody’s dan MSCI Soroti Tata Kelola Pasar dan Transparansi Kebijakan