• Sabtu, 18 April 2026

Tambang Emas Tumpang Pitu Kembali Disorot, Pegiat Dorong Penegakan Hukum Transparan oleh KPK

Photo Author
Tim 24 Jam News, Indonesia 24 Jam
- Rabu, 25 Maret 2026 | 11:00 WIB
Situasi kawasan Tumpang Pitu Banyuwangi yang kerap menjadi sorotan publik terkait isu lingkungan dan aktivitas pertambangan emas. (Dok. javanesiatours)
Situasi kawasan Tumpang Pitu Banyuwangi yang kerap menjadi sorotan publik terkait isu lingkungan dan aktivitas pertambangan emas. (Dok. javanesiatours)

INDONESIA24JAM.COM - Siapa sebenarnya yang diuntungkan dari pertarungan narasi terkait dugaan kasus tambang emas Tumpang Pitu?

Apakah opini publik berpotensi menggeser fokus dari substansi hukum menuju konflik persepsi di ruang digital?

Kontroversi Narasi Digital Seputar Dugaan Kasus Tambang Emas Banyuwangi

Dinamika opini publik terkait dugaan pelanggaran pengalihan izin tambang emas Tumpang Pitu Banyuwangi kini berkembang di ruang digital.

Baca Juga: Kesepakatan Nuklir Iran Kembali Dibahas, Trump Targetkan Nol Pengayaan Uranium ddmi Stabilitas

Kelompok Pegiat Anti Korupsi menilai terdapat upaya pembentukan persepsi yang berpotensi mengaburkan fokus penyelidikan hukum.

Koordinator kelompok tersebut, Ance Prasetyo, menyebut narasi tanpa data berisiko memicu kesimpulan prematur di masyarakat.

Ia menegaskan pentingnya mengedepankan fakta hukum dibanding opini yang tidak didukung dokumen.

Baca Juga: Profiling Aktor Diminta Pegiat Anti Korupsi dalam Penyelidikan Dugaan Kasus Tambang Emas Banyuwangi Oleh KPK

Menurutnya, publik perlu mendapatkan informasi berbasis data agar tidak terjebak spekulasi.

Permintaan Profiling Aktor Dinilai Penting untuk Menjaga Objektivitas Informasi

Ance Prasetyo meminta KPK melakukan pemetaan aktor yang terlibat dalam pembentukan opini terkait kasus tersebut.

Ia mengatakan profiling penting untuk memahami arah kepentingan dan jaringan komunikasi yang berkembang.

Baca Juga: Australia Hadapi Krisis BBM Akibat Gangguan Impor Energi, Diplomasi Singapura Jadi Strategi Stabilkan Pasokan

"Profiling dapat dilakukan mulai identifikasi aktor hingga pemetaan arah kepentingan," ujar Ance Prasetyo.

Ia menambahkan pendekatan tersebut lazim dalam investigasi untuk memastikan objektivitas informasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X