• Sabtu, 18 April 2026

Percepatan Biofuel, Kementan dan BUMN Fokus Kembangkan B50 dan E20 Demi Kemandirian Energi

Photo Author
Tim 24 Jam News, Indonesia 24 Jam
- Jumat, 17 April 2026 | 11:30 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama jajaran korporasi BUMN membahas percepatan bioenergi nasional melalui implementasi biodiesel B50 dan etanol E20 (Dok. Kementan)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama jajaran korporasi BUMN membahas percepatan bioenergi nasional melalui implementasi biodiesel B50 dan etanol E20 (Dok. Kementan)

“Yang paling terakhir adalah etanol, kita menuju mandatori E20, kita butuh 8 juta ton etanol,” ujar Andi Amran Sulaiman.

Baca Juga: Minyakita Tidak Selalu Tersedia, Ini Penjelasan Mendag Soal Hubungan Ekspor CPO dan Pasokan Domestik

Setyanto Hantoro menjelaskan bahwa saat ini pembangunan fasilitas produksi etanol terus dipercepat dengan target enam pabrik untuk mendukung implementasi E20.

Kolaborasi BUMN dan Swasta Percepat Hilirisasi Komoditas Energi Daerah

Pemerintah juga mendorong hilirisasi komoditas unggulan seperti gambir di Sumatera Barat melalui kolaborasi antara BUMN, swasta, dan masyarakat.

Mentan Amran menegaskan bahwa korporasi PTPN akan menjadi motor penggerak dalam pengembangan ekosistem bioenergi berbasis komoditas lokal.

Baca Juga: Rute Pelayaran Global Bergeser Akibat Selat Hormuz Terganggu, Pelabuhan Mauritius Jadi Titik Strategis Baru

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus memperkuat ekonomi daerah dan membuka peluang investasi baru.

“PTPN menjadi motor penggerak, kita libatkan BUMN, swasta, dan masyarakat,” ujar Andi Amran Sulaiman.

Capaian Sektor Pangan Jadi Fondasi Kuat Pengembangan Bioenergi Nasional

Mentan Amran menilai keberhasilan sektor pangan menjadi fondasi penting dalam mendukung agenda besar bioenergi nasional yang terintegrasi.

Baca Juga: Kebijakan Fiskal Indonesia Jadi Sorotan Global, Investor Lirik Peluang Besar di Tengah Ketidakpastian

Ia menyebutkan bahwa stok beras nasional mencapai 4,7 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, sebagai indikator keberhasilan sektor pertanian.

Keberhasilan tersebut memperkuat optimisme pemerintah dalam mendorong kemandirian energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

“Target 4 tahun swasembada, alhamdulillah satu tahun jadi kenyataan,” ujar Andi Amran Sulaiman.

Baca Juga: Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Pelayaran Global, Aktivitas Pelabuhan Mauritius Melonjak Hingga 294 Kapal

Sebagai latar belakang, kebijakan mandatori biodiesel telah dimulai sejak program B20 hingga B40 yang secara bertahap meningkatkan penggunaan energi berbasis sawit dalam negeri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X