INDONESIA24JAM.COM - Apakah Bank Indonesia (BI) akan benar-benar mempertahankan suku bunga acuan di 4,75 persen pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) November 2025.
Atau justru mengirim sinyal baru kepada pasar bahwa tekanan eksternal mulai menuntut kebijakan yang lebih berhati-hati?
BI diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan (BI-Rate) di level 4,75 persen pada RDG November 2025 sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Baca Juga: Yordania Tawarkan Proyek 1,3 Miliar Dolar AS ke Danantara, Mulai dari Gas hingga Jalan Tol
Fluktuasi rupiah terhadap dolar AS serta ketidakpastian global menjadi faktor utama bagi BI untuk tidak menurunkan suku bunga saat ini.
Tekanan Global dan Arus Modal Keluar
Di tengah prospek Federal Reserve (The Fed) yang belum jelas arah kebijakannya, rupiah masih cenderung melemah.
Arus keluar modal juga tercatat meningkat: antara pertengahan Oktober – pertengahan November, aliran modal keluar bersih dari pasar obligasi dan saham Indonesia mencapai US$0,95 miliar.
Baca Juga: Jejak 5 Korporasi Tambang yang Dikaitkan dengan Gubernur dan Dampaknya ke Warga Maluku Utara
Hampir sepenuhnya akibat penjualan investor asing di pasar obligasi pemerintah.
Inflasi dan Permintaan Musiman: Dua Tekanan yang Terus Mengintai
Dari sisi domestik, infflasi mulai menunjukkan peningkatan seiring puncak permintaan musiman.
Hal itu ditekankan oleh Teuku Riefky dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).
Baca Juga: Transformasi Pengetahuan 2025: Strategi Pertamina Drilling Menguatkan Daya Saing Industri
Meskipun inflasi inti dan headline masih dalam target BI, tekanan makanan volatile dan input produksi menciptakan risiko bahwa inflasi bisa naik lebih cepat.
Tantangan Transmisi Kebijakan Moneter
BI sudah menurunkan total suku bunga sebesar 150 basis poin sejak September 2024, hingga mencapai 4,75 persen, yang menjadi level terendah sejak 2022.
Artikel Terkait
Efek Redenominasi pada Pendapatan Masyarakat: BI Tenangkan Publik, Lihat Risiko Persepsi
Aplikasi TRING Pegadaian Dikeluhkan Pengguna karena Error, OTP Telat, dan Gagal di Luar Negeri
Data Curah Hujan Ungkap Pola Unik Kwatisore: Mengapa Desa Ini Selalu Diguyur Hujan Setiap Sore?
Data 59 Persen Patahan dan Strategi Harga: Penjelasan Mentan soal Serakahnomic
Sikap Empatik Seskab Teddy Jadi Sorotan, Survei Catat Awareness Publik Melewati Angka 50 Persen
IDTC Latih Ratusan Tenaga Pemboran per Tahun, Perkuat Transfer Pengetahuan Lintas Generasi
Investigasi Baru Soroti 5 Konsesi Tambang dan Dugaan Konflik Kepentingan di Maluku Utara
Condet dan Data 71 Persen Lahan Permukiman: Benarkah Masih Menjadi Kampung Betawi Terakhir!
Desa Hilang di Gunung Halimun: Data Konflik Lahan dan Fakta Komunitas Adat dari Balik Kabut
Proyek Miliar Dolar AS: Tawaran Pipa Gas Jadi Fokus Pembahasan Danantara dan Yordania