Perluasan basis pajak dan peningkatan kepatuhan menjadi fokus jangka menengah.
Manajemen utang juga harus diarahkan pada optimalisasi tenor dan diversifikasi sumber pembiayaan.
Baca Juga: Kejaksaan Agung Dituding Salah Konstruksi Perkara dalam Kasus Kerry Adrianto Riza, Ini Alasannya
Langkah ini dinilai mampu menekan risiko refinancing.
Menjaga Ketahanan Fiskal di Tengah Ketidakpastian Global
Data IMF dan Bank Dunia menunjukkan tekanan fiskal global masih berlanjut pada 2025.
Negara berkembang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan utang.
Baca Juga: Gus Yazid Tersangka TPPU Rp20 Miliar, Aliran Dana Korupsi BUMD Cilacap Rugikan Negara Rp237 Miliar
Indef menilai disiplin fiskal dan koordinasi kebijakan menjadi kunci menjaga stabilitas.
Tanpa langkah terukur, beban bunga berpotensi membatasi pertumbuhan ekonomi nasional.****
Artikel Terkait
Data Bapanas: Kebutuhan Telur 6,48 Juta Ton, Produksi Nasional Tembus Mencapai 6,56 Juta Ton
Kejati Jateng Ungkap TPPU Rp20 Miliar, Gus Yazid Diduga Terima Dana Korupsi BUMD Cilacap
Dakwaan Berubah Total, Penahanan Kerry Adrianto Riza Sejak Awal Dinilai Tidak Sah Secara Hukum
Data Bencana Menunjukkan Banjir Sumatera Berulang, Reforma Agraria Dinilai Solusi Jangka Panjang
Dari Jakarta ke Wall Street, Mengapa Reputasi Danantara Ditentukan Media Internasional
Kejagung Diminta Selidiki Direksi Astra Group, Usai Dugaan Korupsi Impor BBM Rp958 Miliar Terungkap
43 Persen Literasi Keuangan Syariah, Inklusi 13 Persen, Strategi 2026 Jadi Kunci
Romo Mudji Sutrisno Meninggal Dunia, 71 Tahun Dedikasi Iman, Seni, dan Kebudayaan Indonesia
Kasus Bawang Bombai Ilegal: 4 Penyakit Tanaman Ancam Ketahanan Pangan Indonesia
20 Orang Terkaya Asia Desember 2025: Prajogo Pangestu Lampaui Jack Ma, Ambani Masih Teratas