• Sabtu, 18 April 2026

Cadangan Mineral Terbesar Dunia, Wadirut MIND ID Dorong Hilirisasi Untuk Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Photo Author
Tim 24 Jam News, Indonesia 24 Jam
- Kamis, 12 Februari 2026 | 17:25 WIB
Wadirut MIND ID Dany Amrul Ichdan memaparkan strategi hilirisasi mineral untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen dalam forum akademik di Bandung.   (Dok. MIND ID)
Wadirut MIND ID Dany Amrul Ichdan memaparkan strategi hilirisasi mineral untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8 persen dalam forum akademik di Bandung. (Dok. MIND ID)

Kontribusi pajak dan royalti terhadap PDB Indonesia masih sekitar 9%–10%, jauh di bawah negara maju yang mencapai 30%–40%.

Baca Juga: Pengadaan EDC BRI Rp2,2 Triliun Diselidiki, KPK Diminta Tegas Beri Kepastian Hukum Saksi Finnet

“Nilai tambah terbesar masih dinikmati di luar negeri karena dominasi ekspor bahan mentah,” ujar Dany Amrul Ichdan.

Ia menilai hilirisasi industri menjadi strategi utama untuk meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.

Peluang Secondary Resources dan Limbah Industri Tambang Nasional

Dany menyebut sumber daya sekunder dan limbah industri tambang memiliki potensi ekonomi besar yang belum dimanfaatkan optimal.

Baca Juga: Jeff Bezos Hidupkan Washington Post dari Krisis Cetak Menuju Dominasi Langganan Digital Global

Monetisasi sumber daya sekunder dapat memperpanjang umur ekonomi sumber daya alam sekaligus meningkatkan efisiensi industri nasional.

Selain sektor tambang, peluang peningkatan nilai tambah juga terdapat pada sektor perikanan dan industri lain yang belum optimal.

“Potensi ekonomi tidak hanya berasal dari tambang, tetapi juga sektor lain yang perlu dioptimalkan,” kata Dany Amrul Ichdan.

Baca Juga: Kasus Pajak Rp4 Triliun Terbongkar, DJP dan PPATK Telusuri Aliran Dana Puluhan Korporasi Baja dan Hebel

Penguatan Riset Inovasi Industri Untuk Dukung Pertumbuhan Berkelanjutan Nasional

Dany menilai penguatan riset dan pengembangan menjadi kunci transformasi ekonomi Indonesia menuju negara maju.

Anggaran riset nasional yang masih sekitar 0,3% dari PDB dinilai belum cukup untuk mendorong inovasi dan penciptaan teknologi.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara BUMN, UMKM, startup, dan perguruan tinggi dalam ekosistem industri nasional.

Baca Juga: Kebijakan Tambang Diperketat, 29 IUP Masih Dibekukan Meski 47 Tambang Dinyatakan Patuh Regulasi

“Penguasaan teknologi dan inovasi harus menjadi prioritas agar Indonesia mampu naik kelas dan mencapai pertumbuhan ekonomi tinggi,” ujar Dany Amrul Ichdan.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X