• Sabtu, 18 April 2026

Sorotan Baru Struktur Kepemilikan Korporasi Panas Bumi di Indonesia Timur dan Isu Afiliasi Global

Photo Author
Tim 24 Jam News, Indonesia 24 Jam
- Kamis, 19 Februari 2026 | 12:00 WIB
Kawasan proyek panas bumi di Halmahera Barat yang baru disetujui pemerintah menjadi sorotan publik dan pengamat energi. (Dok. ormat.com)
Kawasan proyek panas bumi di Halmahera Barat yang baru disetujui pemerintah menjadi sorotan publik dan pengamat energi. (Dok. ormat.com)

INDONESIA24JAM.COM - Bagaimana struktur kepemilikan korporasi panas bumi asing di Indonesia memengaruhi persepsi publik dan kebijakan energi nasional?

Sejauh mana transparansi investasi global diperlukan ketika isu geopolitik ikut mewarnai proyek energi strategis di Maluku dan Sulawesi Utara?

Struktur Kepemilikan Korporasi Energi Asing dalam Proyek Panas Bumi Indonesia

Sorotan terhadap struktur kepemilikan PT Ormat Geothermal Indonesia mencuat setelah laporan investigatif media Porosjakarta.com mengulas dokumen administrasi dan komposisi saham korporasi tersebut.

Baca Juga: Indonesia Masuk Board of Peace Gaza, Ini Fakta Biaya Rekonstruksi 25 Miliar Dolar AS dan Peran Diplomasi

Laporan itu mengutip analisis Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang menyoroti dugaan afiliasi jaringan global dengan Ormat Technologies.

Data perusahaan menunjukkan ORDA Services Inc. menguasai mayoritas saham PT Ormat Geothermal Indonesia melalui kepemilikan 285.000 lembar dari total 300.000 saham ditempatkan.

Modal dasar tercatat Rp13,98 miliar dengan modal disetor Rp3,49 miliar yang menggambarkan dominasi entitas asing dalam struktur kepemilikan korporasi panas bumi tersebut.

Baca Juga: Satgas PKH Segel Lokasi Tambang Ilegal dan Denda Korporasi Nikel Hingga Rp4,32 Triliun di Malut

Proyek Panas Bumi Maluku dan Sulawesi Utara Jadi Sorotan Publik

Korporasi tersebut mengelola Wilayah Kerja Panas Bumi di Desa Wapsalit, Kabupaten Buru, Maluku, serta proyek Telaga Ranu Halmahera Barat.

Persetujuan pengembangan Telaga Ranu diberikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Januari 2026 sebagai bagian program transisi energi nasional.

Di Sulawesi Utara, Ormat telah beroperasi sejak 1990-an sebelum sempat terhenti akibat krisis moneter 1998 yang berdampak pada banyak proyek energi.

Keterlibatan kembali dalam proyek panas bumi menempatkan korporasi ini sebagai pemain penting dalam pengembangan energi terbarukan Indonesia timur.

Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen 2026 Jadi Pijakan Target 8 Persen, Bagaimana Strategi Pemerintah

Sensitivitas Geopolitik dan Transparansi Investasi Energi Nasional

Laporan CELIOS menekankan sensitivitas publik terhadap dugaan keterkaitan jaringan global dengan Israel di tengah dinamika geopolitik internasional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X