INDONESIA24JAM.COM - Bagaimana struktur kepemilikan korporasi panas bumi asing di Indonesia memengaruhi persepsi publik dan kebijakan energi nasional?
Sejauh mana transparansi investasi global diperlukan ketika isu geopolitik ikut mewarnai proyek energi strategis di Maluku dan Sulawesi Utara?
Struktur Kepemilikan Korporasi Energi Asing dalam Proyek Panas Bumi Indonesia
Sorotan terhadap struktur kepemilikan PT Ormat Geothermal Indonesia mencuat setelah laporan investigatif media Porosjakarta.com mengulas dokumen administrasi dan komposisi saham korporasi tersebut.
Laporan itu mengutip analisis Center of Economic and Law Studies (CELIOS) yang menyoroti dugaan afiliasi jaringan global dengan Ormat Technologies.
Data perusahaan menunjukkan ORDA Services Inc. menguasai mayoritas saham PT Ormat Geothermal Indonesia melalui kepemilikan 285.000 lembar dari total 300.000 saham ditempatkan.
Modal dasar tercatat Rp13,98 miliar dengan modal disetor Rp3,49 miliar yang menggambarkan dominasi entitas asing dalam struktur kepemilikan korporasi panas bumi tersebut.
Baca Juga: Satgas PKH Segel Lokasi Tambang Ilegal dan Denda Korporasi Nikel Hingga Rp4,32 Triliun di Malut
Proyek Panas Bumi Maluku dan Sulawesi Utara Jadi Sorotan Publik
Korporasi tersebut mengelola Wilayah Kerja Panas Bumi di Desa Wapsalit, Kabupaten Buru, Maluku, serta proyek Telaga Ranu Halmahera Barat.
Persetujuan pengembangan Telaga Ranu diberikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Januari 2026 sebagai bagian program transisi energi nasional.
Di Sulawesi Utara, Ormat telah beroperasi sejak 1990-an sebelum sempat terhenti akibat krisis moneter 1998 yang berdampak pada banyak proyek energi.
Keterlibatan kembali dalam proyek panas bumi menempatkan korporasi ini sebagai pemain penting dalam pengembangan energi terbarukan Indonesia timur.
Baca Juga: Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen 2026 Jadi Pijakan Target 8 Persen, Bagaimana Strategi Pemerintah
Sensitivitas Geopolitik dan Transparansi Investasi Energi Nasional
Laporan CELIOS menekankan sensitivitas publik terhadap dugaan keterkaitan jaringan global dengan Israel di tengah dinamika geopolitik internasional.
Artikel Terkait
Data 85 Persen APBN Dari Pajak, Pemerintah Optimistis Ekonomi Indonesia Tahan Tekanan Global 2026
Konflik Tambang Emas Tumpang Pitu Memasuki Babak Baru dengan Sorotan Kebijakan Lingkungan
Presiden Bahas Tarif AS Bersama 4 Menteri, Fokus Produktivitas Industri Dan Rantai Pasok Global Nasional
Daur Ulang Sampah Sachet Jadi Papan Bangunan Jerhemy Owen Bagikan Keunggulan Material Modern
Program Makan Bergizi Gratis Dorong UMKM dan Serapan Tenaga Kerja Menuju Pertumbuhan Ekonomi
Hashim Djojohadikusumo Beberkan 3 Masalah Utama Pasar Modal Usai Gejolak IHSG Awal Tahun 2026
Data Kepemilikan Saham Akan Dibuka, Pemerintah Target Pulihkan Kepercayaan Investor Global di Bursa
Rasio Utang Indonesia Diproyeksi 40 Persen Pada 2026, APBN Tambah Pembiayaan Rp832,2 Triliun
Rasio Utang Indonesia 40,3 Persen Pada 2025, APBN 2026 Tambah Utang Rp832,2 Triliun Disorot Pengamat
Peran Indonesia di Board of Peace Gaza, Ini Data Infrastruktur Rusak dan Skema Iuran Internasional