INDONESIA24JAM.COM - Apakah perpanjangan kontrak senilai triliunan rupiah ini menjadi sinyal kuat stabilitas bisnis BUMA di tengah dinamika industri batu bara global saat ini?
Bagaimana kesepakatan jangka panjang di Australia ini memperkuat visibilitas pendapatan dan posisi strategis BUMA International Group ke depan?
PT BUMA Internasional Grup Tbk melalui anak usahanya, BUMA Australia Pty Ltd, memperpanjang kontrak multi-tahun senilai 740 juta dolar Australia atau sekitar Rp8,22 triliun hingga Juni 2030.
Baca Juga: Viral Bukaan Lahan Gunung Slamet, ESDM Pastikan Nol Aktivitas Tambang dan Ungkap Fakta Terbaru
Kontrak tersebut diteken bersama Blackwater Operations Pty Ltd, anak usaha Whitehaven Coal Mining Limited, untuk melanjutkan layanan penambangan pre-strip di Tambang Blackwater, Queensland.
Kesepakatan ini memastikan keberlanjutan operasi BUMA Australia di salah satu tambang batu bara metalurgi open-cut terbesar di Australia.
Perpanjangan Kontrak Perkuat Kepastian Pendapatan Grup
Perpanjangan kontrak ini meningkatkan visibilitas pendapatan jangka panjang serta stabilitas arus kas Grup BUMA International.
Direktur BUMA International Group, Iwan Fuad Salim, menyatakan kemitraan ini memperkuat portofolio operasi Tier-1 korporasi.
“Perpanjangan kontrak ini meningkatkan stabilitas pendapatan melalui kemitraan jangka panjang dengan klien berkualitas tinggi,” ujar Iwan Fuad Salim dalam keterangan resmi korporasi.
Tambang Blackwater terletak sekitar 20 kilometer selatan Kota Blackwater dan membentang sepanjang 80 kilometer strike length dengan sejumlah pit aktif.
Baca Juga: RUPSLB Bank Mandiri 2025: Pengalaman 3 Dekade Jadi Modal Zulkifli Zaini Awasi Tata Kelola
Kepercayaan Klien Pada Kinerja Operasional BUMA
CEO BUMA Australia, Johan Ballot, menyebut kontrak ini menegaskan kepercayaan Whitehaven terhadap kapabilitas operasional BUMA Australia.
“Pemahaman mendalam terhadap kondisi site dan tim lokal yang solid memungkinkan kami menjaga produktivitas secara konsisten,” kata Johan Ballot.