Volatilitas suku bunga global dan penguatan Dolar AS menjadi tantangan utama stabilitas keuangan.
Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia mencapai lebih dari 140 miliar Dolar AS pada akhir 2025.
Baca Juga: KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Suap KPP Madya Jakarta Utara ke Pusat DJP, 2 Direktorat Digeledah
Angka tersebut setara pembiayaan impor lebih dari enam bulan, dsta ini menjadi bantalan penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Proses DPR Jadi Penentu Kredibilitas Kebijakan ke Depan
Tahap fit and proper test di DPR RI akan menjadi penentu kelanjutan rencana ini.
DPR akan menilai komitmen calon terhadap independensi dan profesionalisme BI.
Baca Juga: Tambang Emas Ilegal Poboya Sulteng Dipersoalkan: 5 Fakta PETI di Balik Klaim Legal Aparat
Proses ini dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan publik dan pasar keuangan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menghormati sepenuhnya kewenangan DPR.
Ia berharap proses tersebut berjalan transparan dan objektif, hasil akhirnya diharapkan memperkuat kredibilitas kebijakan ekonomi nasional.****
Artikel Terkait
Indikasi Emas di Kalimantan Tengah, Kapuas Prima Coal Tbk Masih Kaji Nilai Ekonominya
Rp45 Miliar untuk Warga Kabupaten Bogor, Kompensasi Tambang Dikebut Pemprov Jawa Barat
Bantuan Tambang Kabupaten Bogor Belum Tuntas, 15.293 KK Masih Menunggu Pencairan Jawa Barat
Target Plasma Sawit Sebesar 20 Persen Dinilai Tak Realistis, Ini Sejumla Catatan dari GAPKI
Data BPS Ungkap Paradoks: Ekonomi Tumbuh, Penduduk Rentan Miskin Bertambah 12,7 Juta
Kasus Ridwan Kamil dan Korporasi BJB: 7 Catatan Penting soal Aliran Dana dan Hukum
Menkeu Purbaya Klarifikasi Keluhan di Danantara, Sistem Coretax Lolos Uji Langsung di Kantor Pusat
Tambang GM Belum Hasilkan Rupiah, BRMS Akui Masih Tahap Konstruksi Hingga 2026
Kenaikan Rp150 Ribu Biaya SIM Dipersoalkan, CBA Nilai Tak Transparan dan Berisiko Pungli Sistemik
Biaya Kesehatan SIM Naik 43 Persen, CBA Pertanyakan Aliran Dana ke Kas Negara Tanpa Kejelasan