• Sabtu, 18 April 2026

Bentrok Tambang Emas Ketapang: 15 WNA Tiongkok Ditangkap, Aset Korporasi Mengalani Rusak

Photo Author
Tim 24 Jam News, Indonesia 24 Jam
- Rabu, 17 Desember 2025 | 08:15 WIB
Ilustrasi, Lokasi tambang emas di Ketapang yang menjadi tempat bentrokan antara aparat keamanan dan sejumlah WNA Tiongkok.  (Dok. Kreasi Dola AI)
Ilustrasi, Lokasi tambang emas di Ketapang yang menjadi tempat bentrokan antara aparat keamanan dan sejumlah WNA Tiongkok. (Dok. Kreasi Dola AI)

INDONESIA24JAM.COM - Bagaimana mungkin aktivitas tambang strategis di wilayah Indonesia dapat berubah menjadi arena bentrokan bersenjata yang melibatkan warga negara asing dan aparat keamanan negara?

Insiden di Ketapang, Kalimantan Barat, membuka kembali pertanyaan serius tentang pengawasan tenaga asing, keamanan korporasi tambang, dan potensi konflik laten di sektor ekstraktif nasional.

Insiden penyerangan terjadi di area tambang emas milik korporasi PT Sultan Rafli Mandiri di Desa Pemuatan Batu, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Audit Besar SDA Dimulai: Presiden Prabowo Tutup Keran Izin Tambang dan Kehutanan Sepanjang 2025

Peristiwa berlangsung pada Minggu, 14 Desember 2025, sekitar pukul 15.30 WIB, saat aparat keamanan internal dan prajurit TNI tengah melakukan patroli rutin.

Pemicu kejadian bermula dari aktivitas drone terbang rendah di area terbatas tambang yang kemudian memicu pengejaran oleh petugas keamanan dan lima prajurit TNI Yonzipur 6 Satya Digdaya.

Bentrok Melibatkan Warga Negara Tiongkok dan Aparat Keamanan

Dalam pengejaran tersebut, petugas menemukan empat warga negara Tiongkok yang berada di area terbatas tanpa penjelasan awal yang memadai.

Baca Juga: RUPSLB 15 Desember 2025: Antam Tetapkan Dirut dan Komut Baru, Ini Susunan Lengkap Pengurus

Situasi kemudian memanas setelah sebelas warga negara Tiongkok lainnya datang dan diduga melakukan penyerangan terhadap petugas keamanan dan prajurit TNI.

Para pelaku membawa senjata tajam, airsoft gun, serta alat setrum, sebagaimana dikonfirmasi aparat kepolisian setempat kepada media.

Kerusakan Aset Korporasi dan Langkah Pengamanan Situasi

Akibat insiden tersebut, satu unit mobil dan satu sepeda motor milik korporasi mengalami kerusakan berat akibat aksi perusakan.

Baca Juga: Hilirisasi Nikel Dikritik JK: Pertumbuhan 20% Daerah Tambang, Pajak Minim dan Lingkungan Rusak

Petugas keamanan memutuskan mundur secara taktis guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.

Polres Ketapang memastikan situasi di lokasi telah kondusif setelah dilakukan pengamanan terpadu bersama TNI dan instansi terkait.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X