INDONESIA24JAM.COM - Apakah ratusan hektare hutan mangrove yang berubah jadi kebun sawit ilegal bisa benar-benar dipulihkan?
Mampukah penertiban ini menjaga ekosistem pesisir sekaligus menjawab kebutuhan ekonomi masyarakat sekitar kawasan konservasi?
Negara Tertibkan Sawit Ilegal Demi Pulihkan Ekosistem Mangrove Sumatera Utara
Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Garuda mulai menertibkan kebun sawit ilegal di Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut.
Operasi penertiban tersebut menargetkan pembersihan 102 hektare lahan sawit ilegal sebagai bagian dari program pemulihan ekosistem seluas 389 hektare periode 2025–2026.
Program rehabilitasi ini didukung skema Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) melalui kerja sama internasional bersama Bank Pembangunan Jerman atau KfW.
Penertiban Sawit Ilegal Jadi Langkah Strategis Selamatkan Ekosistem Pesisir Mangrove
Direktur Penindakan Pidana Kehutanan Kemenhut, Rudianto Saragih Napitu, menyatakan penertiban menjadi bagian komitmen menjaga kawasan konservasi.
Baca Juga: Belanja Negara Dipercepat, Pemerintah Jaga Defisit APBN Sambil Optimalkan Kenaikan Penerimaan Pajak
Ia mengatakan negara tidak hanya menindak okupasi ilegal, tetapi juga memastikan pemulihan ekosistem berjalan bersama penguatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.
“Kami tidak hanya melakukan tindakan tegas terhadap okupasi lahan ilegal, tetapi juga memastikan proses pemulihan ekosistem berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” kata Rudianto, Sabtu (05/04/2026).
Penertiban dilakukan melalui penumbangan simbolis sawit ilegal serta penanaman kembali bibit mangrove di area yang telah dibersihkan.
Baca Juga: Indonesia Berduka, Tiga Prajurit TNI Gugur Saat Jalankan Tugas Perdamaian PBB di Lebanon
Langkah ini sekaligus menjadi strategi menjaga benteng alami pesisir Sumatera Utara dari ancaman abrasi dan perubahan iklim.
Kawasan Konservasi Jadi Habitat Satwa Dilindungi dan Burung Migran Penting
Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut, Sumatera Utara dikenal sebagai habitat penting berbagai flora dan fauna dilindungi.
Artikel Terkait
KPK Selidiki Dugaan Kebocoran Penerimaan Negara dari Sektor Cukai Rokok, Pengusaha Mulai Dipanggil
Serangan Terhadap Prajurit UNIFIL Jadi Sorotan, Indonesia Tekankan Standar Keamanan Baru Misi Perdamaian
Mengungkap Sejarah Nama Pulau Kharg Hingga Menjadi Infrastruktur Energi Penting Iran Modern Saat Ini
Pulau Kharg dari 'Mutiara Yatim Teluk Persia' Menjadi Simbol Strategi Energi Iran Kontemporer Global
Rumors Kesehatan Donald Trump Dibantah Gedung Putih di Tengah Ketegangan Konflik Amerika Serikat dan Iran
Benarkah Donald Trump Dirawat Rahasia, Gedung Putih Beri Klarifikasi Soal Isu Kesehatan Presiden AS
Harga Minyak Dunia Terancam Naik Akibat Konflik Selat Hormuz, Bagaimana Investor Harus Menyikapi
Dinamika Konflik Timur Tengah 2026 dan Pengaruhnya Terhadap Opini Publik Muslim, Termasuk Indonesia
Defisit APBN Tetap Aman Meski Belanja Negara Naik, Pajak Jadi Penopang Fiskal Indonesia Awal Tahun 2026
Kenaikan Biaya Haji 2026 Jadi Sorotan, DPR Pastikan Skema Pembiayaan Tidak Ganggu Dana Jemaah