• Sabtu, 18 April 2026

Melihat Konflik Iran - Israel dari Perspektif Psikologi Politik dan Dampaknya Pada Solidaritas Dunia Islam

Photo Author
Tim 24 Jam News, Indonesia 24 Jam
- Selasa, 7 April 2026 | 20:00 WIB
Suasana ketegangan kawasan Timur Tengah dalam konflik Iran Israel 2026 yang disebut berdampak pada geopolitik global dan solidaritas dunia Islam. (Dok. Kreasi Dola AI)
Suasana ketegangan kawasan Timur Tengah dalam konflik Iran Israel 2026 yang disebut berdampak pada geopolitik global dan solidaritas dunia Islam. (Dok. Kreasi Dola AI)

INDONESIA24JAM.COM - Mengapa konflik Iran melawan Israel dan Amerika Serikat pada 2026 memicu resonansi psikologis di dunia Islam?

Apakah dinamika geopolitik Timur Tengah kini juga membentuk ulang solidaritas umat Muslim hingga Indonesia dan menggeser isu sektarian lama?

Memasuki bulan kedua konflik Timur Tengah pada Senin (06/04/2026), dinamika Iran, Israel, dan Amerika Serikat menjadi perhatian global karena dampak militernya sekaligus pengaruh psikologisnya.

Baca Juga: Dari Lebanon, Kisah Dedikasi Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian yang Berujung Pengorbanan Jiwa

Dewan Pakar South China Sea Council (SCSC), Satrio Arismunandar, menilai konflik tersebut bukan hanya soal militer tetapi juga menyangkut persepsi kolektif umat Islam.

Menurut dia, dinamika konflik telah menciptakan simbol perlawanan yang memiliki resonansi kuat dalam wacana solidaritas global umat Muslim.

Konflik Timur Tengah Membentuk Persepsi Baru Solidaritas Umat Islam Global

Konflik Iran dengan Israel serta Amerika Serikat dinilai menciptakan perubahan persepsi sebagian masyarakat Muslim terhadap posisi geopolitik dunia Islam.

Baca Juga: Ketegangan Iran - Amerika Serikat di Selat Hormuz Picu Risiko Inflasi Energi dan Volatilitas Pasar Saham

Satrio Arismunandar menjelaskan konflik tersebut menghadirkan narasi baru tentang keberanian menghadapi dominasi kekuatan besar dalam hubungan internasional modern.

“Iran dipersepsikan sebagian kalangan sebagai simbol keberanian menghadapi tekanan geopolitik meskipun pandangan ini tidak bersifat universal,” kata Satrio Arismunandar, Dewan Pakar SCSC.

Ia menambahkan persepsi tersebut berkembang terutama melalui media digital yang mempercepat penyebaran narasi solidaritas global.

Baca Juga: Pulau Kharg dan Dampaknya Terhadap Rantai Pasok Energi Dunia dalam Dinamika Geopolitik Minyak Iran

Pergeseran Isu Sunni Dan Syiah Dalam Diskursus Politik Islam Kontemporer

Dinamika konflik Timur Tengah juga memengaruhi diskursus hubungan Sunni dan Syiah di sejumlah negara termasuk Indonesia dalam ruang publik digital.

Satrio menyebut fokus sebagian masyarakat bergeser dari konflik teologis menuju isu Palestina dan ketimpangan geopolitik global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X