nasional

Serangan Terhadap Pasukan UNIFIL Indonesia Dinilai Langgar Hukum Internasional, DPR Minta Investigasi Segera

Rabu, 1 April 2026 | 14:30 WIB
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI sekaligus Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono (Dok. Partai Gerindra)

INDONESIA24JAM.COM - Seberapa besar risiko yang harus dihadapi prajurit Indonesia ketika menjaga perdamaian dunia jauh dari tanah air?

Apakah perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian sudah cukup kuat menghadapi eskalasi konflik global?

Dikutip dari media Indonesiaraya.co.id, Gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan kembali membuka realitas keras tentang risiko besar operasi penjaga perdamaian di wilayah konflik aktif.

Baca Juga: Stok BBM Nasional Aman, Masyarakat Diminta Bijak Konsumsi Energi Demi Stabilitas Ekonomi Indonesia

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Budisatrio Djiwandono menyampaikan duka mendalam sekaligus penghormatan kepada prajurit yang wafat dalam menjalankan tugas negara.

Insiden tersebut melibatkan serangan proyektil di Ett Taibe serta ledakan terhadap konvoi logistik UNIFIL di wilayah Bani Haiyyan Lebanon Selatan.

Gugurnya Prajurit Indonesia Jadi Pengingat Risiko Misi Perdamaian Dunia

Budisatrio menyebut gugurnya tiga prajurit menjadi kehilangan besar bagi Indonesia karena mereka merupakan putra terbaik bangsa yang menjalankan mandat internasional.

Baca Juga: Target Defisit APBN 202 Aman, Bagaimana Strategi Pemerintah Menjaga Ruang Fiskal Tetap Sehat

Ia menegaskan peristiwa tersebut menunjukkan besarnya risiko yang harus dihadapi prajurit Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan konflik global.

“Atas nama Fraksi Partai Gerindra, kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” kata Budisatrio Djiwandono.

Fraksi Gerindra Kecam Serangan Dan Dorong Penghentian Eskalasi Militer Segera

Budisatrio menilai rangkaian serangan Israel memperburuk konflik dan semakin menjauhkan upaya perdamaian yang diharapkan komunitas internasional.

Baca Juga: WFH Satu Hari untuk ASN Dikaji, Jadi Strategi Hemat Energi dan Dorong Pariwisata Domestik Nasional

Ia juga mendorong seluruh pihak menghormati hukum internasional serta mengutamakan negosiasi damai dibandingkan pendekatan militer.

“Kami mendorong semua pihak menghentikan eskalasi militer serta mengutamakan negosiasi demi mencapai perdamaian,” ujarnya.

Halaman:

Tags

Terkini