nasional

Pembagian Laba Koperasi Desa dalam Bentuk Kupon Jadi Inovasi Ekonomi Sirkular di Tingkat Desa

Minggu, 5 April 2026 | 07:45 WIB
Sistem ekonomi sirkular desa melalui koperasi yang menjaga perputaran dana tetap di masyarakat lokal. (Dok. Facebook @simkopdes.go.id)

NEWS SUMMARY:

  • Program Koperasi Desa Merah Putih menjadi strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat tingkat desa
  • PT Agrinas Pangan Nusantara menjalankan digitalisasi operasional koperasi desa untuk meningkatkan efisiensi distribusi dan akuntabilitas
  • Program ini ditargetkan menciptakan desa mandiri ekonomi dengan koperasi sebagai pusat distribusi dan konsumsi masyarakat lokal

INDONESIA24JAM.COM - Bagaimana jika keuntungan koperasi tidak lagi berhenti di laporan keuangan, tetapi langsung menjadi bantuan belanja warga desa?

Apakah digitalisasi koperasi bisa menjadi solusi konkret memperkecil kesenjangan ekonomi antara desa dan kota?

Model Bisnis Koperasi Desa Modern dengan Pendekatan Korporasi Profesional Terintegrasi

Koperasi Desa Merah Putih diperkenalkan sebagai model bisnis baru yang menggabungkan prinsip koperasi tradisional dengan sistem manajemen korporasi modern.

Baca Juga: Harga Gula Dan Minyak Nabati Melonjak, FAO Soroti Risiko Inflasi Pangan Global Akibat Konflik Timur Tengah

PT Agrinas Pangan Nusantara ditunjuk menjalankan operasional awal sebagai bagian dari pembentukan tata kelola profesional berbasis digitalisasi koperasi desa.

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyebut transparansi menjadi kunci keberhasilan program tersebut.

"Agrinas menjalankan pengelolaan secara modern dan terbuka dengan melibatkan pengurus koperasi desa sebagai pengawas dan pengontrol," ujar Joao dalam keterangannya di Jakarta.

Baca Juga: Di Tengah Sanksi Barat, Peluang Indonesia Beli Minyak Rusia Jadi Sorotan Strategi Energi Nasional Tahun Ini

Pendekatan ini bertujuan mengatasi stigma lama mengenai koperasi yang identik dengan tata kelola lemah.

Distribusi Keuntungan Hingga 97 Persen Jadi Daya Tarik Utama Program

Salah satu aspek paling menonjol dari program ini adalah komitmen distribusi keuntungan hingga 97 persen untuk kepentingan desa.

Sebanyak 82 persen dialokasikan langsung kepada warga melalui kupon belanja yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pokok sehari hari.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Pemerintah Pastikan Harga BBM Nasional Tetap Stabil Tahun Ini

Skema ini menjadi inovasi karena manfaat koperasi dapat dirasakan langsung oleh anggota tanpa menunggu pembagian tahunan.

Halaman:

Tags

Terkini