nasional

Peran Indonesia dalam Misi Perdamaian Dunia Diuji Usai Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Selatan

Senin, 13 April 2026 | 09:40 WIB
Menlu Sugiono. Prosesi pemulangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL Lebanon menjadi simbol pengorbanan Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. ( (Dok. Instagram @sugiono_56)

NEWS SUMMARY:

  • Indonesia mendorong investigasi transparan atas serangan terhadap prajurit TNI dalam misi PBB di Lebanon Selatan
  • Pemerintah menyampaikan duka nasional dan penghormatan kepada prajurit yang gugur dalam tugas menjaga perdamaian dunia
  • Evaluasi keamanan UNIFIL dinilai penting demi mencegah insiden serupa terhadap pasukan penjaga perdamaian internasional

INDONESIA24JAM.COM - Apakah keselamatan prajurit perdamaian benar-benar terjamin di tengah konflik global yang kian kompleks?

Bagaimana nasib keluarga yang ditinggalkan ketika misi kemanusiaan berubah menjadi tragedi tak terduga?

Indonesia Desak Investigasi Serangan Prajurit Perdamaian UNIFIL di Lebanon

Dikutip dari media Indonesiaraya.co.id, Pemerintah Indonesia mendesak investigasi menyeluruh atas serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), Sabtu (05/04/2026).

Baca Juga: Pulau Kharg dari 'Mutiara Yatim Teluk Persia' Menjadi Simbol Strategi Energi Iran Kontemporer Global

Ketiga prajurit tersebut adalah almarhum Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, almarhum Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, serta almarhum Kopda (Anm) Farizal Rhomadon.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan investigasi diperlukan karena pasukan perdamaian memiliki mandat menjaga stabilitas, bukan terlibat konflik bersenjata aktif.

“Kita menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian,” kata Sugiono usai upacara penghormatan di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (05/04/2026).

Baca Juga: Langkah Tegas Pemerintah Awasi Medsos Demi Keamanan Anak dari Risiko Konten Digital Berbahaya

Tuntutan Indonesia untuk Investigasi Transparan Demi Perlindungan Pasukan Perdamaian Dunia

Sugiono menegaskan serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak dapat dibenarkan karena mereka bertugas berdasarkan mandat internasional menjaga stabilitas kawasan konflik.

Ia menyatakan pasukan perdamaian memiliki aturan keterlibatan terbatas sehingga membutuhkan perlindungan maksimal dari komunitas internasional dan otoritas misi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“They are peace keeping, not peace making,” ujar Sugiono.

Baca Juga: Platform Digital Global Diminta Patuh Regulasi Demi Keamanan Anak dan Keberlanjutan Ekosistem Digital

Indonesia juga meminta evaluasi sistem keamanan misi UNIFIL agar kejadian serupa tidak kembali terjadi terhadap personel dari negara mana pun.

Halaman:

Tags

Terkini