INDONESIA24JAM.COM - Benarkah pengadaan ribuan motor listrik menjadi solusi distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) ?
Atau justru memunculkan pertanyaan baru soal efektivitas dan prioritas anggaran negara?
Polemik Pengadaan Motor Listrik Dalam Program MBG Nasional Terus Bergulir
Pengadaan 21 ribu motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis menjadi sorotan publik karena nilainya yang besar dan urgensinya yang dipertanyakan.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa penjelasan rinci mengenai kebijakan tersebut berada di tangan Badan Gizi Nasional.
Menurut Teddy, Kepala BGN telah memberikan penjelasan sebelumnya dan akan kembali menyampaikan secara resmi agar informasi tetap konsisten.
Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah menjaga transparansi sekaligus meredam potensi misinformasi di tengah perhatian publik.
Baca Juga: Satgas PKH Selamatkan Rp371 Triliun, Prabowo Tegaskan Perang Melawan Tambang Ilegal Terus Berlanjut
Alasan Operasional Jadi Dasar Pengadaan Kendaraan Listrik Nasional
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut bahwa motor listrik diperlukan untuk mendukung mobilitas petugas di wilayah sulit.
Menurutnya, kondisi geografis Indonesia yang beragam membutuhkan solusi transportasi yang efisien dan adaptif di lapangan.
“Ini untuk menjangkau daerah-daerah yang sangat sulit, menjangkau desa-desa, ini untuk menunjang operasional,” ujar Dadan.
Penekanan pada fungsi operasional menunjukkan bahwa kebijakan ini tidak semata berbasis teknologi, tetapi kebutuhan distribusi layanan dasar.
Efisiensi Anggaran Jadi Perhatian Dalam Pengadaan Skala Besar Ini
Dadan menjelaskan bahwa harga pembelian motor listrik berada di kisaran Rp40 jutaan per unit, lebih rendah dari harga pasar sekitar Rp52 juta.