Baca Juga: Bank Indonesia Pertahankan BI Rate 4,75 Persen, Peluang Penurunan Tetap Terbuka
Amnesty International menyerukan pembebasan tanpa syarat atas warga adat tersebut.
Ia menilai penangkapan sebagai upaya membungkam kritik atas kebijakan ekstraktif yang merusak ruang hidup adat.
Kolusi Pejabat dan Pemimpin Daerah
JATAM juga mengungkap konflik kepentingan dalam laporan terpisah soal Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.
Baca Juga: Gubernur Maluku Utara: Pernyataan Sherly Tjoanda Soal Kontroversi Morotai dan Tekanan Publik
Sherly disebut memiliki saham di beberapa korporasi tambang sebelum menjabat.
Menurut laporan, jaringan bisnis keluarga Tjoanda tersebar luas di sektor nikel, emas, dan pasir besi, memperkuat kekhawatiran akan oligarki politik-ekonomi ekstraktif.
Evaluasi Pengawasan Negara yang Lemah
Menurut JATAM, negara gagal menjalankan fungsi pengawasan: audit lingkungan sering tidak dijalankan.
Baca Juga: Mampukah Menkeu Purbaya Membuktikan Kinerja Menteri Keuangan di Tengah Tekanan Pasar?
Amdal tidak dievaluasi, dan izin terus diterbitkan tanpa transparansi.
“Keterlibatan negara hanya sebagai entitas pembersih kloset bagi korporasi,” kata Juru Kampanye JATAM, Alfarhat Kasman.
Seruan Untuk Reformasi
JATAM mendesak agar pemerintah pusat dan daerah mengevaluasi semua izin korporasi nikel.
Baca Juga: Yordania Tawarkan Proyek 1,3 Miliar Dolar AS ke Danantara, Mulai dari Gas hingga Jalan Tol
Juga menghentikan praktik kriminalisasi warga adat, serta memperkuat perlindungan sosial-ekologis.
Mereka juga menyerukan agar perizinan tambang dilakukan secara adil dan partisipatif, bukan dipaksakan oleh elite modal-politik.****
Artikel Terkait
Proyek Miliar Dolar AS: Tawaran Pipa Gas Jadi Fokus Pembahasan Danantara dan Yordania
Stabilitas Rupiah Tertekan: Apakah BI-Rate 4,75 Persen Cukup Menahan Tekanan Global Pada November?
Benarkah Warisan? JATAM Lacak Jejak Saham Sherly Tjoanda dalam 5 Korporasi Tambang di Maluku Utara
Data 210 Ribu Wisatawan 2024 Ungkap Kembali Relevansi Legenda Malin Kundang di Pantai Air Manis
Popularitas Purbaya: Apakah Kebijakan Fiskal Baru Cukup Mengubah Prospek Ekonomi Indonesia 2026?
Dua Tahun Menjabat: Tantangan Gubernur Sherly Tjoanda Mengelola Duka dan Tugas Pemerintahan
Data Gugatan 12 November dan Sidang 19 November: Jalan Cerai Marissa Anita Masuk Tahap Mediasi
BI Rate Terendah Sejak Oktober 2022, Bank Indonesia Pertimbangkan Pelonggaran Moneter
Ekspansi Strategis: Akuisisi Emway Dorong Diversifikasi Pendapatan dan Penguatan Margin BABY
Koreksi Bitcoin Tembus 89.000 Dolar AS, Tekanan ETF dan Kebijakan Tarif Picu Kekhawatiran Investor Kripto