Pengambil Keputusan Korporasi Terancam Takut Mengambil Risiko Usaha Strategis
Didik J. Rachbini menilai kriminalisasi keputusan bisnis dapat menimbulkan efek jera bagi para profesional dan pengelola korporasi negara yang harus mengambil keputusan cepat dalam kondisi pasar kompetitif.
Baca Juga: Apakah Target Pertumbuhan 5,4 Persen 2026 Realistis? INDEF Ungkap Ketimpangan dan Tantangan
Ia memperingatkan bahwa Indonesia bisa menghadapi “kemandegan keputusan” ketika para profesional menghindari kebijakan transformasi karena takut diseret ke ranah hukum.
Menurutnya, pelaku ekonomi akan cenderung berhati-hati berlebihan sehingga menghambat pertumbuhan nasional jika sistem hukum tidak memberikan rasa aman terhadap keputusan yang dibuat tanpa niat jahat.
Perbaikan Hukum Mendesak Agar Ekonomi Tidak Terhambat Ketidakpastian
Didik menegaskan bahwa hukum Indonesia membutuhkan reformasi mendesak karena praktik peradilan yang tidak konsisten berpotensi menciptakan kejutan negatif bagi perekonomian makro.
Baca Juga: Transparansi 3 Audit Tambang: Sherly Tegaskan Tak Ada Konflik Kepentingan dari Saham Warisan
Ia menyebut bahwa lemahnya institusi hukum menjadi ancaman nyata terhadap agenda percepatan ekonomi nasional, terlebih ketika arah kebijakan presiden membutuhkan dukungan penuh dari sektor hukum yang stabil.
Menurutnya, kasus ini harus menjadi pelajaran penting agar mekanisme investigasi, audit, dan peradilan mengikuti standar profesional sehingga keputusan bisnis tidak disalahartikan sebagai kejahatan.****
Artikel Terkait
Tumpang Tindih Video Izin Tambang: JATAM Soroti Kekacauan Pengawasan Nikel di Halmahera
Boy Thohir Tambah 3,14 Juta Saham TRIM, Perkuat Kepemilikan Senilai Rp1,72 Triliun
Indikator Potensi Risiko Setelah Kepergian Yusuf Saadudin dari Kursi Direktur Utama Bank BJB
Kejagung Cegah 5 Nama Termasuk Dirut Djarum: Fakta Baru Dugaan Suap Pajak Rp Triliunan 2016–2020
Data 2 Otoritas Tegaskan Izin Tambang Tak di Tangan Gubernur, Sherly Pastikan Independensi Kebijakan
INDEF Temukan Indikator: Mampukah Ekonomi Mengejar Pemerataan dan Pertumbuhan Inklusif?
Pertemuan Prabowo–Sistema Group Bahas Produksi Obat Murah dan Kapal Listrik
Mentan Amran Sulaiman Ungkap Modus Beras Ilegal Sabang di Tengah Stok Melimpah
Mengapa Pajak Sembako dan Rumah Dinilai Tidak Adil? Fatwa MUI Ungkap Parameter Keadilan
Tanda-tanda Janggal Wafatnya Dirut BJB Usai Golf yang Membuat Pakar Hukum Minta Penyidikan