INDONESIA24JAM.COM - Apakah ekonomi syariah Indonesia benar-benar bergerak dari sekadar sektor keuangan menuju sektor riil yang lebih produktif?
Bagaimana hal ini memengaruhi posisi Indonesia sebagai pusat investasi halal dunia?
Indonesia Mendorong Sektor Riil Sebagai Pilar Ekonomi Syariah Nasional
Transformasi ekonomi syariah Indonesia kini bergerak dari dominasi sektor keuangan menuju penguatan sektor riil.
Baca Juga: CBA Tekankan Pentingnya Panggil Komisaris United Tractors dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor BBM
Terutama industri halal, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif.
Dr. Handi Risza, Wakil Rektor Universitas Paramadina sekaligus Ekonom CSED Indef, menjelaskan bahwa awalnya ekonomi syariah didominasi sektor keuangan.
Tetapi kini arus investasi dan perhatian mulai beralih ke sektor riil yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca Juga: Banjir Sumatera Dalam Angka, Akademisi Ungkap Kegagalan Terkait Tata Ruang dan Agraria
Industri Halal Menjadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional Indonesia
Peran industri halal semakin signifikan, terutama dalam bidang makanan halal, kosmetik, farmasi, teknologi halal, dan gaya hidup Muslim, sebagai pendorong investasi dan inovasi nasional.
Menurut Dr. Handi Risza, keberadaan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai LPNK langsung di bawah Presiden.
Dan dukungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp335 triliun menjadi peluang strategis memperluas dampak ekonomi syariah secara nasional.
Baca Juga: Danantara di Panggung Global, 5 Alasan Press Release Internasional Jadi Kunci Kepercayaan Investor
Investasi Halal Indonesia Mencetak Rekor Internasional
Dalam State of the Global Syariah Economy (SGIE) Report 2024/2025, Indonesia menempati posisi ketiga dunia dengan skor Global Islamic Economy Indicator (GIEI) 99,9.
Meningkat 19,8 poin dibanding tahun sebelumnya, dan mencatat investasi halal tertinggi global senilai 1,6 miliar Dolar AS dari 40 transaksi sepanjang 2023.
Artikel Terkait
Operasi Desember 2025 Bongkar Tambang Ilegal di TN Kutai, 7 Ekskavator Jadi Barang Bukti
Ekspor Batu Bara Ditarik Bea Keluar Mulai 2026, Tarif Fleksibel Berlaku Saat Harga Global Tinggi
7 Tahun Mengendap, Kasus Korupsi Izin Tambang Nikel Konawe Utara dengan Nilai Rp2,7 Triliun Berakhir SP3
Cuitan 2010 Ridwan Kamil Kembali Viral: 15 Tahun Jejak Digital Dibaca Ulang di Tengah Isu Gugatan Cerai
Data Bapanas: Kebutuhan Telur 6,48 Juta Ton, Produksi Nasional Tembus Mencapai 6,56 Juta Ton
Kejati Jateng Ungkap TPPU Rp20 Miliar, Gus Yazid Diduga Terima Dana Korupsi BUMD Cilacap
Penegakan Hukum Dipertanyakan, Mengapa Kerry Adrianto Riza Ditetapkan Sebagai Tersangka?
Dakwaan Berubah Total, Penahanan Kerry Adrianto Riza Sejak Awal Dinilai Tidak Sah Secara Hukum
Data Bencana Menunjukkan Banjir Sumatera Berulang, Reforma Agraria Dinilai Solusi Jangka Panjang
Dari Jakarta ke Wall Street, Mengapa Reputasi Danantara Ditentukan Media Internasional