Komitmen Pemerintah Jaga Kawasan Konservasi Nasional
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan negara tidak mentoleransi perusakan kawasan konservasi.
Baca Juga: Kejar Target Lifting, ESDM Tawarkan 8 Blok Migas Baru Dengan Potensi Miliaran Barel
Dwi Januanto Nugroho menyebut penegakan hukum tegas menjadi instrumen utama menjaga hutan dari eksploitasi ilegal yang merugikan lingkungan dan masyarakat.
Ia menekankan kolaborasi pengelola kawasan dan aparat penegak hukum penting untuk menekan laju degradasi hutan nasional.
Ancaman Kerusakan Ekosistem dan Nilai Strategis Kawasan
Taman Nasional Kutai memiliki fungsi ekologis penting sebagai habitat satwa dilindungi dan penyangga lingkungan Kalimantan Timur.
Baca Juga: RUPSLB Bank Mandiri 2025: Pengalaman 3 Dekade Jadi Modal Zulkifli Zaini Awasi Tata Kelola
Aktivitas tambang ilegal berpotensi merusak tanah, air, dan keanekaragaman hayati yang memerlukan waktu panjang untuk dipulihkan.
Data Kementerian Kehutanan menunjukkan penindakan serupa terus dilakukan sebagai bagian pengawasan kawasan konservasi nasional.****
Artikel Terkait
Transaksi Rp229,61 Miliar: UBS AG London Kurangi Kepemilikan Saham BUMI Namun Masih Jadi Pengendali
UBS AG London Pangkas Kepemilikan BUMI 627,35 Juta Saham, Ini Alasan dan Dampaknya ke Pasar
BUMA Perpanjang Kontrak Tambang Blackwater Rp8,22 Triliun, Perkuat Portofolio Operasi Tier-1
Minyakita Mahal: Pemerintah Ungkap 2 Korporasi Jual Rp18.000, Melewati Ketentuan HET Resmi
Fakta Sawit Presiden Prabowo: Hashim Sebut Nol Hektare, Negara Ambil Alih 3,7 Juta Hektare Ilegal
Delapan Blok Migas Dilelang Akhir 2025, Akimeugah Papua Simpan Potensi 30 Miliar Barel Setara Minyak
8 Tokoh Super Kaya Dunia Ubah Jutaan Hektare Lahan Jadi Aset Hijau Konservasi Hutan Global
Permintaan Maaf Ridwan Kamil Usai Perceraian, 45 Persen Percakapan Publik Bernada Negatif dan Sarat Spekulasi
Data RUPS LB Krakatau Steel 2025: Dua Direktur Diganti, Profesional Eksternal Masuk Jajaran Direksi
Krakatau Steel Rombak 40 Persen Direksi, RUPS LB Tetapkan 2 Direktur Baru