INDONESIA24JAM.COM - Siapa sosok Romo Mudji Sutrisno yang pemikirannya menjembatani iman Katolik, seni, dan kebudayaan Indonesia selama puluhan tahun?
Apa warisan intelektual dan spiritual Romo Mudji Sutrisno yang kini ditinggalkan bagi generasi akademisi dan seniman Indonesia?
Romo Mudji Sutrisno dan Warisan Pemikiran Kebudayaan
Romo Prof. Dr. FX Mudji Sutrisno, SJ wafat pada Minggu malam, 28 Desember 2025. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit Carolus, Jakarta, pada usia 71 tahun.
Baca Juga: Miliarder Elon Musk Tembus 749 Miliar Dolar AS, Ini Daftar 10 Orang Terkaya Dunia Desember 2025
Serikat Yesus mengonfirmasi wafatnya melalui Rm. Setyo Wibowo, SJ. Pengumuman resmi disampaikan kepada komunitas Gereja Katolik Indonesia.
“Jenazah akan disemayamkan di Canisius Chapel,” kata Rm. Setyo Wibowo, SJ. Misa Requiem dijadwalkan Senin dan Selasa pukul 19.00 WIB.
Dari Surakarta Hingga Panggung Intelektual Nasional
Mudji Sutrisno lahir di Surakarta, Jawa Tengah, pada 12 Agustus 1954. Ia dikenal sebagai imam, budayawan, akademisi, penyair, dan pelukis.
Baca Juga: Indonesia Catat 1,6 Miliar Dolar AS Investasi Halal 2025, Posisi Global Ketiga Terkuat
Sebagai anggota Serikat Yesus, ia menempuh pendidikan filsafat dan teologi secara mendalam. Pendekatan intelektualnya menekankan dialog iman dan realitas sosial.
Ia aktif mengajar di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya dan STF Driyarkara. Ratusan mahasiswa dibimbingnya melalui pemikiran kritis dan reflektif.
Pemikiran Filsafat yang Membumi dan Kontekstual
Romo Mudji dikenal sebagai pemikir budaya yang menolak dikotomi iman dan kebudayaan. Ia menempatkan iman sebagai dialog aktif dengan realitas manusia.
Baca Juga: CBA Tekankan Pentingnya Panggil Komisaris United Tractors dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor BBM
Menurut data Atma Jaya, ia menulis lebih dari 30 buku dan ratusan artikel. Topiknya mencakup filsafat, estetika, budaya, dan kemanusiaan.
Pendekatan tersebut membuat pemikirannya mudah diterima lintas latar belakang. Ia kerap diundang dalam seminar nasional dan forum kebudayaan.
Artikel Terkait
Ekspor Batu Bara Ditarik Bea Keluar Mulai 2026, Tarif Fleksibel Berlaku Saat Harga Global Tinggi
7 Tahun Mengendap, Kasus Korupsi Izin Tambang Nikel Konawe Utara dengan Nilai Rp2,7 Triliun Berakhir SP3
Cuitan 2010 Ridwan Kamil Kembali Viral: 15 Tahun Jejak Digital Dibaca Ulang di Tengah Isu Gugatan Cerai
Data Bapanas: Kebutuhan Telur 6,48 Juta Ton, Produksi Nasional Tembus Mencapai 6,56 Juta Ton
Kejati Jateng Ungkap TPPU Rp20 Miliar, Gus Yazid Diduga Terima Dana Korupsi BUMD Cilacap
Dakwaan Berubah Total, Penahanan Kerry Adrianto Riza Sejak Awal Dinilai Tidak Sah Secara Hukum
Data Bencana Menunjukkan Banjir Sumatera Berulang, Reforma Agraria Dinilai Solusi Jangka Panjang
Dari Jakarta ke Wall Street, Mengapa Reputasi Danantara Ditentukan Media Internasional
43 Persen Literasi Keuangan Syariah, Inklusi 13 Persen, Strategi 2026 Jadi Kunci
Romo Mudji Sutrisno Meninggal Dunia, 71 Tahun Dedikasi Iman, Seni, dan Kebudayaan Indonesia