INDONESIA24JAM.COM - Seberapa besar risiko yang harus dihadapi prajurit Indonesia ketika menjaga perdamaian dunia jauh dari tanah air?
Apakah perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaian sudah cukup kuat menghadapi eskalasi konflik global?
Dikutip dari media Indonesiaraya.co.id, Gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan kembali membuka realitas keras tentang risiko besar operasi penjaga perdamaian di wilayah konflik aktif.
Baca Juga: Stok BBM Nasional Aman, Masyarakat Diminta Bijak Konsumsi Energi Demi Stabilitas Ekonomi Indonesia
Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI Budisatrio Djiwandono menyampaikan duka mendalam sekaligus penghormatan kepada prajurit yang wafat dalam menjalankan tugas negara.
Insiden tersebut melibatkan serangan proyektil di Ett Taibe serta ledakan terhadap konvoi logistik UNIFIL di wilayah Bani Haiyyan Lebanon Selatan.
Gugurnya Prajurit Indonesia Jadi Pengingat Risiko Misi Perdamaian Dunia
Budisatrio menyebut gugurnya tiga prajurit menjadi kehilangan besar bagi Indonesia karena mereka merupakan putra terbaik bangsa yang menjalankan mandat internasional.
Baca Juga: Target Defisit APBN 202 Aman, Bagaimana Strategi Pemerintah Menjaga Ruang Fiskal Tetap Sehat
Ia menegaskan peristiwa tersebut menunjukkan besarnya risiko yang harus dihadapi prajurit Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan konflik global.
“Atas nama Fraksi Partai Gerindra, kami mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” kata Budisatrio Djiwandono.
Fraksi Gerindra Kecam Serangan Dan Dorong Penghentian Eskalasi Militer Segera
Budisatrio menilai rangkaian serangan Israel memperburuk konflik dan semakin menjauhkan upaya perdamaian yang diharapkan komunitas internasional.
Baca Juga: WFH Satu Hari untuk ASN Dikaji, Jadi Strategi Hemat Energi dan Dorong Pariwisata Domestik Nasional
Ia juga mendorong seluruh pihak menghormati hukum internasional serta mengutamakan negosiasi damai dibandingkan pendekatan militer.
“Kami mendorong semua pihak menghentikan eskalasi militer serta mengutamakan negosiasi demi mencapai perdamaian,” ujarnya.
Artikel Terkait
Siapa Pratu Nawawi Juara MHQ Libya 2026, Ini Profil dan Perjalanan Karier Prajurit Hafiz TNI Indonesia
Bahlil - Purbaya Siapkan Pajak Ekspor Nikel untuk Tambah Penerimaan Negara, Ini Dampaknya Bagi Industri
Kebijakan Fiskal Baru Fokus Hilirisasi Energi dan Mineral untuk Perkuat Ketahanan Ekonomi
Surplus Komoditas Pangan Nasional Jadi Kunci Stabilitas Harga Jelang Idulfitri, Ini Data Resmi Kementan
Sidang Kabinet Perdana, Prabowo Ungkap Agenda Besar Transformasi Ekonomi, Energi, dan Pendidikan
Prabowo Tawarkan Solusi Cepat Hambatan Investasi Jepang Sinyal Serius Benahi Regulasi dan Birokrasi Usaha
Indonesia Desak Investigasi Serangan Pasukan Perdamaian UNIFIL Setelah Prajurit TNI Gugur dalam Konflik
Duka Misi Perdamaian Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Data Fakta Lengkap dan Penjelasan Resmi TNI
KBLI 2025 Resmi Berlaku Pemerintah Perkuat Sistem Perizinan Usaha Berbasis Risiko untuk Dukung Investasi
Indonesia Siap Surplus Solar Lewat Program B50, Pemerintah Klaim Ketahanan Energi Nasional Makin Kuat