INDONESIA24JAM.COM - Mengapa prajurit TNI terus dipercaya dalam misi perdamaian dunia yang penuh risiko konflik bersenjata?
Bagaimana respons pemerintah setelah prajurit terbaik bangsa gugur dalam serangan di Lebanon Selatan?
Pemerintah Indonesia menyampaikan penghormatan tertinggi kepada prajurit TNI Praka Farizal Rhomadhon yang gugur saat menjalankan misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Baca Juga: Forum Bisnis Indonesia Jepang Jadi Momentum Prabowo Perkuat Kepastian Hukum dan Iklim Investasi
Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menegaskan penghargaan tersebut disampaikan pemerintah atas dedikasi prajurit dalam menjaga stabilitas keamanan internasional melalui operasi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Praka Farizal Rhomadhon bertugas sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kompi Markas Yonif 113/Jaya Sakti dan gugur akibat serangan militer Israel di Lebanon Selatan.
Serangan tersebut juga mengakibatkan tiga prajurit TNI lainnya mengalami luka saat menjalankan mandat pengamanan wilayah penyangga konflik sesuai mandat UNIFIL.
Penghormatan Negara Atas Dedikasi Prajurit dalam Misi Perdamaian Dunia
Sugiono mengatakan pemerintah memberikan penghormatan tertinggi atas pengabdian prajurit yang menjalankan misi kemanusiaan menjaga perdamaian global dengan risiko tinggi.
Sugiono menyampaikan pernyataan tersebut saat mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja di Tokyo Jepang.
“Kita beri penghormatan setinggi-tingginya kepada prajurit kita yang gugur,” ujar Sugiono dalam pernyataan resmi kepada media.
Ia menegaskan kontribusi prajurit Indonesia mencerminkan profesionalisme tinggi serta komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan internasional melalui jalur diplomasi dan perdamaian.
Pemerintah Pastikan Pemulangan Jenazah Prajurit Berjalan Cepat dan Terhormat
Pemerintah memastikan proses pemulangan jenazah prajurit dilakukan cepat melalui koordinasi intensif dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut.