INDONESIA24JAM.COM - Bagaimana jika upaya penyelamatan puluhan warga yang masih hilang di Cilacap bergantung pada kecepatan semua komponen bergerak serentak sebelum waktu emas pertolongan benar-benar habis tanpa memberi kesempatan kedua?
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh unsur lintas sektor bergerak cepat menangani longsor yang melanda Desa Cibeunying.
Di Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap pada Jumat 14 November sebagai respons atas arahan Kepala BNPB Letjen TNI Dr Suharyanto S Sos M M.
Baca Juga: Gunung Tumpangpitu Dianggap Kritis: Warga Pesanggaran Desak Evaluasi Aktivitas PT BSI
Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan tiba di lokasi terdampak untuk memperkuat koordinasi lapangan sekaligus memastikan kebutuhan mendesak terpenuhi sebagaimana perintah Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden Prabowo Subianto menyampaikan turut berduka dan memerintahkan BNPB untuk membantu menyelesaikan penanganan longsor di Majenang hingga masa tanggap darurat selesai,” ujar Mayjen TNI Budi Irawan dalam rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Cilacap.
Beliau menegaskan pihaknya hadir mendampingi pemerintah daerah serta berkoordinasi dengan BPBD Provinsi dan Basarnas untuk memperkuat operasi pencarian pada fase waktu emas yang sangat menentukan.
Baca Juga: 5.000 Aksi Satgas Tekan Harga Beras: 214 Daerah Alami Penurunan Awal November
Operasi Pencarian Pada Tiga Wilayah Prioritas Dengan Personel Lintas Instansi
Tim SAR gabungan terdiri atas 512 personel dari Basarnas BPBD TNI Polri dan berbagai organisasi relawan melakukan penelusuran intensif di tiga wilayah pencarian yang ditetapkan Basarnas sebagai leading sektor.
Empat alat berat dikerahkan sejak hari pertama untuk mempercepat proses pencarian korban yang tertimbun material longsor serta membuka akses lokasi yang tertutup lumpur dan batuan.
Hingga Jumat pukul 10.56 WIB tim menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia sehingga jumlah pencarian tersisa sebanyak dua puluh jiwa yang belum ditemukan pada hari kedua operasi.
Baca Juga: RUPSLB 1 Desember 2025: Bank BJB Resmi Batalkan Pengurus Baru Atas Saran OJK
Kegiatan pencarian dihentikan sementara pukul 16.30 WIB akibat hujan deras yang berpotensi menimbulkan longsor susulan dan membahayakan tim penyelamat di area berkontur curam.
Dukungan Logistik Dasar dan Penguatan Koordinasi Respons Kemanusiaan
Pos Lapangan di lokasi terdampak telah membentuk klaster kebencanaan yang menyediakan dapur umum dan pos kesehatan untuk melayani warga serta personel SAR yang bekerja sepanjang hari.
Artikel Terkait
Dari Ciamis Jawa Barat ke Australia, Jejak Manusia Purba Diduga Satu Keturunan
OSS Digital dan Reformasi Regulasi Dorong Investasi Properti Indonesia Naik 58 Persen Pada 2025
Lapas Gunung Sindur Gagalkan 2 Penyelundupan Sabu, Disembunyikan di Camilan dan Rokok
Dividen Interim SCMA Rp9 Per Saham Menjadi Sinyal Positif Bagi Investor
Klaim 7 Organisasi Advokat Diakui Negara Dipertanyakan, PPKHI Ungkap UU Advokat dan Putusan MK
Hashim Djojohadikusumo Klarifikasi: Semua Akun Media Sosial Atas Namanya Adalah Palsu
Kampung Pasir Makam Cianjur, Fenomena Sosial di Tengah Pemakaman Umum
RUPSLB 1 Desember 2025: Bank BJB Resmi Batalkan Pengurus Baru Atas Saran OJK
Gunung Tumpangpitu Dianggap Kritis: Warga Pesanggaran Desak Evaluasi Aktivitas PT BSI
5.000 Aksi Satgas Tekan Harga Beras: 214 Daerah Alami Penurunan Awal November