INDONESIA24JAM.COM - Bagaimana Timnas Indonesia U-17 mengubah kekecewaan menjadi rekor bersejarah di Piala Dunia 2025?
Langkah Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17 2025 memang terhenti di fase grup.
Tetapi perjuangan skuad Garuda Muda meninggalkan catatan sejarah yang kini menjadi dasar promosi Nova Arianto ke kursi pelatih Timnas Indonesia U-20.
Baca Juga: Gunung Tumpangpitu Dianggap Kritis: Warga Pesanggaran Desak Evaluasi Aktivitas PT BSI
Dari Babak Grup Menuju Rekor Kemenangan Pertama Indonesia
Timnas Indonesia U-17 menjalani tiga pertandingan fase grup dengan kekalahan 1-3 dari Zambia dan 0-4 dari Brasil.
Sebelum akhirnya menorehkan kemenangan 2-1 atas Honduras yang menjadi sejarah baru bagi sepak bola usia muda Indonesia.
Kemenangan tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ketiga Grup H dengan tiga poin dan selisih gol minus lima, sekaligus menempatkan mereka pada urutan ke-10 dalam daftar peringkat ketiga terbaik.
Baca Juga: 5.000 Aksi Satgas Tekan Harga Beras: 214 Daerah Alami Penurunan Awal November
Keberhasilan mencetak tiga gol melalui Zahaby Gholy, Evandra Florasta, dan Fadly Alberto Hengga, menunjukkan perkembangan kualitas para pemain muda yang ditempa oleh pengalaman selama kualifikasi dan turnamen resmi.
Apresiasi Erick Thohir dan Penegasan Perjalanan Panjang Garuda Muda
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan apresiasi langsung kepada tim melalui unggahan di Instagram resmi @erickthohir pada 13 November 2025 dan menyebut kemenangan atas Honduras sebagai sejarah penting di Piala Dunia U-17.
Erick menyebut bahwa para pemain sudah berjuang luar biasa, tetapi menegaskan bahwa perjalanan mereka masih panjang.
Baca Juga: RUPSLB 1 Desember 2025: Bank BJB Resmi Batalkan Pengurus Baru Atas Saran OJK
Dan tidak boleh berhenti pada satu pencapaian, karena pembinaan jangka panjang menjadi kunci keberhasilan timnas usia muda.
Kisah Alberto Mengungkap Dinamika Perjuangan Sejak Kualifikasi
Gelandang Timnas U-17, Fadly Alberto Hengga, mengisahkan perjalanan tim melalui unggahan Instagram @albrtoo_10 pada 12 November 2025 dan menyebut bahwa mimpi tampil di Piala Dunia membutuhkan perjuangan panjang.
Artikel Terkait
Dari Ciamis Jawa Barat ke Australia, Jejak Manusia Purba Diduga Satu Keturunan
OSS Digital dan Reformasi Regulasi Dorong Investasi Properti Indonesia Naik 58 Persen Pada 2025
Lapas Gunung Sindur Gagalkan 2 Penyelundupan Sabu, Disembunyikan di Camilan dan Rokok
Dividen Interim SCMA Rp9 Per Saham Menjadi Sinyal Positif Bagi Investor
Klaim 7 Organisasi Advokat Diakui Negara Dipertanyakan, PPKHI Ungkap UU Advokat dan Putusan MK
Hashim Djojohadikusumo Klarifikasi: Semua Akun Media Sosial Atas Namanya Adalah Palsu
Kampung Pasir Makam Cianjur, Fenomena Sosial di Tengah Pemakaman Umum
RUPSLB 1 Desember 2025: Bank BJB Resmi Batalkan Pengurus Baru Atas Saran OJK
Gunung Tumpangpitu Dianggap Kritis: Warga Pesanggaran Desak Evaluasi Aktivitas PT BSI
5.000 Aksi Satgas Tekan Harga Beras: 214 Daerah Alami Penurunan Awal November