• Sabtu, 18 April 2026

Gunung Tumpangpitu Dianggap Kritis: Warga Pesanggaran Desak Evaluasi Aktivitas PT BSI

Photo Author
Budi Purnomo, Indonesia 24 Jam
- Jumat, 14 November 2025 | 14:25 WIB
Ilustrasi aktivitas Pertambangan. (Dok. Kreasi Cici AI)
Ilustrasi aktivitas Pertambangan. (Dok. Kreasi Cici AI)

Ia menegaskan bahwa kebijakan pembangunan harus berpegang pada perlindungan lingkungan sebagai syarat utama agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan antara masyarakat dan korporasi.

Baca Juga: Waspada Modus Baru: Akun Palsu Gunakan Nama Hashim Djojohadikusumo untuk Investasi Bodong

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan bahwa setiap aktivitas tambang tidak mengorbankan keselamatan warga di wilayah terdampak.

Gunung Tumpangpitu Dipandang Sebagai Kawasan Strategis dalam Penghidupan Masyarakat

Warga menilai Gunung Tumpangpitu bukan hanya area pegunungan, tetapi juga wilayah penting yang berperan sebagai sumber air dan penopang ekosistem bagi ribuan penduduk di Pesanggaran.

Baca Juga: Lima Saham Melonjak di Atas 24 Persen Saat Indeks Harga Saham Gabungan Naik 22 Poin

Kegiatan tambang disebut berpotensi mengubah fungsi ekologis yang selama ini menjaga stabilitas lingkungan dan mendukung sektor pertanian serta kebutuhan dasar warga.

Bagi masyarakat, menjaga kelestarian Tumpangpitu berarti menjaga keselamatan dan keberlanjutan hidup generasi berikutnya.

Aksi Damai Menjadi Penegasan Sikap Masyarakat Terhadap Kebijakan Lingkungan

Aksi menolak tambang yang berlangsung damai tersebut menjadi momentum bagi warga untuk menyampaikan tuntutan agar pemerintah lebih berpihak pada keselamatan ekologis.

Baca Juga: 2. ADIPEC 2025: Indonesia Bisa Tampilkan Arah Baru Energi Nasional Bersama Pertamina EP

Warga berharap evaluasi izin tambang dilakukan secara transparan dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat sebagai pihak yang paling terdampak oleh perubahan lingkungan.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X