INDONESIA24JAM.COM - Akankah Suntikan Dana Rp12,5 Triliun Mengubah Peta Persaingan Energi Hilir Singapura Dan Asia Tenggara?
Mengapa sebuah korporasi petrokimia Indonesia memilih masuk ke bisnis SPBU di Singapura, dan bagaimana pendanaan berskala jumbo dapat menggeser dinamika energi hilir kawasan?
PT Chandra Asri Pacific Tbk memperoleh pembiayaan 750 juta dolar AS untuk mendukung ekspansi korporasi di sektor energi hilir.
Baca Juga: Redenominasi Rp1000 ke Rp1: Data, Kewenangan BI, dan Dampak Psikologis Jadi Sorotan Publik
Pendanaan tersebut berasal dari KKR Capital Markets dan mendapat dukungan platform kredit privat dan asuransi KKR.
CFO Chandra Asri Group Andre Khor menilai kolaborasi strategis dengan KKR memperkuat transformasi bisnis perseroan.
Ia menyatakan pendanaan membantu proses akuisisi jaringan SPBU Esso milik ExxonMobil di Singapura.
Baca Juga: 7 Fakta Baru Mangkirnya Wela Arista dalam Penyidikan Kasus CSR BI-OJK oleh KPK
Khor menjelaskan kemitraan memastikan disiplin keuangan yang prudent sekaligus mendukung penyediaan energi berkelanjutan kawasan.
Akuisisi SPBU Esso Dorong Pembentukan Jaringan Energi Terintegrasi Regional
Proses akuisisi dilakukan melalui special purpose vehicle di bawah anak korporasi Chandra Asri.
Jaringan ritel Esso dikenal sebagai salah satu pemain besar di Singapura dengan basis pelanggan kuat.
Baca Juga: Dari Truk Modifikasi ke Tambang Ilegal: Jejak 42 Ton BBM Subsidi yang Disembunyikan di Bangka
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group Erwin Ciputra menilai akuisisi selaras strategi pertumbuhan jangka panjang korporasi.
Ia menegaskan fokus korporasi ialah membangun ekosistem energi terhubung di Singapura dan Asia Tenggara.
Artikel Terkait
Ekologi Pomalaa Memburuk? Ini Data Dampak Pembukaan Lahan Industri Nikel Versi WALHI
Statistik Performa Garuda Muda 2025 dan Rencana PSSI untuk Timnas U-20
Polemik 211 Kasus MBG Meningkat, DPR Tekankan Kerentanan Anak dan Pentingnya Sertifikasi
Mengapa PJJ SMAN 72 Jakarta Diperpanjang? Ini Penjelasan Sekolah, Psikolog, dan Aparat Hukum
2.300 Mdpl di Atas Laut: Potret Desa Sembungan Dieng, Negeri di Langit Jawa Tengah
PB XIII Wafat: Dua Pewaris Muncul dan Memicu Dualisme Keraton Solo Tahun 2025
13 Korban Meninggal, 10 Masih Hilang: Data Longsor Cilacap dan Penyelamatan Hari Keempat
KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Wela Arista setelah Absen di Kasus CSR BI-OJK 2020–2023
Penglipuran: Data 45 Hektar Hutan Bambu yang Menopang Status Desa Terbersih Dunia
Bencana Longsor di Banjarnegara, Puluhan Rumah Rusak dan 660 Jiwa Membutuhkan Bantuan Cepat