INDONESIA24JAM.COM - Apakah ketidakhadiran Wela Arista bisa menghambat pengungkapan kasus CSR BI-OJK?
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi akan menjadwalkan ulang pemanggilan Wela Arista (WA), asisten pribadi pengacara Hotman Paris.
Setelah dia mangkir dari panggilan sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Dari Truk Modifikasi ke Tambang Ilegal: Jejak 42 Ton BBM Subsidi yang Disembunyikan di Bangka
Ketidakhadiran Wela Arista:o Sikap KPK
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa WA belum hadir memberikan keterangan dan tidak ada konfirmasi alasan dari pihaknya.
Meski demikian, penyidik berencana untuk memanggil ulang WA, meski jadwal pastinya belum ditentukan.
KPK menegaskan bahwa keterangan dari setiap saksi, termasuk WA, penting untuk memperjelas konstruksi perkara dana CSR BI-OJK.
Baca Juga: Biaya Pemusnahan Membengkak, Pencacahan Dipilih Usai Penemuan 19.391 Balpres
Latar Belakang Kasus CSR BI-OJK
Kasus ini bermula dari laporan hasil analisis Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta pengaduan masyarakat.
Penyidikan umum telah berlangsung sejak Desember 2024, dan KPK sudah menggeledah dua lokasi diduga menyimpan alat bukti: Gedung BI di Jalan Thamrin dan kantor OJK.
Pada 7 Agustus 2025, KPK menetapkan dua anggota Komisi XI DPR RI periode 2019–2024, yaitu Satori (ST) dan Heri Gunawan (HG), sebagai tersangka dalam perkara ini.
Baca Juga: Kemenangan 2-1 Atas Honduras Antarkan Nova Arianto Promosi ke Timnas Indonesia U-20
Dinamika Pemanggilan Saksi Lain
Selain WA, KPK telah memanggil setidaknya 16 saksi lain dalam penyidikan kasus CSR BI-OJK.
Di antara saksi tersebut adalah seorang analis senior OJK (inisial PA) yang akan didalami terkait dugaan tindak gratifikasi dan pencucian uang.
Budi Prasetyo menyebut bahwa pemanggilan saksi-saksi ini penting agar konstruksi kasus bisa terang dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Gunung Tumpangpitu Dianggap Kritis: Warga Pesanggaran Desak Evaluasi Aktivitas PT BSI
Ekologi Pomalaa Memburuk? Ini Data Dampak Pembukaan Lahan Industri Nikel Versi WALHI
Statistik Performa Garuda Muda 2025 dan Rencana PSSI untuk Timnas U-20
Polemik 211 Kasus MBG Meningkat, DPR Tekankan Kerentanan Anak dan Pentingnya Sertifikasi
Alasan Cikawali Jadi Lokasi Ziarah Populer di Ciamis Menurut Sejarawan Sunda
512 Personel dan 8 Alat Berat Dikerahkan: Operasi Longsor Majenang Masuki Fase Kritis
Mengapa PJJ SMAN 72 Jakarta Diperpanjang? Ini Penjelasan Sekolah, Psikolog, dan Aparat Hukum
2.300 Mdpl di Atas Laut: Potret Desa Sembungan Dieng, Negeri di Langit Jawa Tengah
PB XIII Wafat: Dua Pewaris Muncul dan Memicu Dualisme Keraton Solo Tahun 2025
13 Korban Meninggal, 10 Masih Hilang: Data Longsor Cilacap dan Penyelamatan Hari Keempat