INDONESIA24JAM.COM - Bagaimana sebuah proyek hilirisasi aluminium mampu mengubah daerah dengan PDRB terendah menjadi motor pertumbuhan ekonomi provinsi?
Apakah industrialisasi berbasis sumber daya benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat lokal, bukan sekadar angka di laporan korporasi?
PT Indonesia Asahan Aluminium atau Inalum menegaskan bahwa program hilirisasi aluminium nasional memberikan efek berganda nyata bagi perekonomian daerah tempat proyek beroperasi.
Baca Juga: Prabowo Terima Laporan: Oknum TNI-Polri Diduga Terlibat Tambang Ilegal dan Penyelundupan SDA
Penegasan tersebut disampaikan manajemen Inalum merujuk pada perkembangan ekonomi Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, lokasi proyek PT Borneo Alumina Indonesia.
Berdasarkan data yang disampaikan Inalum, Mempawah sebelumnya tercatat sebagai daerah dengan Produk Domestik Regional Bruto terendah di Kalimantan Barat.
Namun sejak dimulainya konstruksi proyek hilirisasi pada 2024, daerah tersebut mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di tingkat provinsi.
Baca Juga: 15 WNA Tiongkok, Drone Misterius, dan Dugaan Penyerangan ke Prajurit TNI di Tambang Ketapang
Proyek BAI Serap Tenaga Kerja Dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Manajemen Inalum menjelaskan bahwa kehadiran PT Borneo Alumina Indonesia menjadi faktor utama peningkatan aktivitas ekonomi lokal.
Perusahaan menyerap ribuan tenaga kerja, dengan prioritas pada masyarakat sekitar proyek.
Dampak ekonomi tidak hanya terjadi pada sektor konstruksi dan industri pendukung langsung.
Baca Juga: Skema Kemitraan ESDM Hadapi Tambang Ilegal, Negara Terancam Rugi Triliunan Rupiah
Aktivitas ekonomi masyarakat, seperti usaha kos-kosan, rumah makan, dan jasa transportasi, turut mengalami peningkatan signifikan.
Perputaran Uang Capai Sepuluh Lapisan Ekonomi Masyarakat
Inalum mencatat perputaran uang dari proyek hilirisasi aluminium menciptakan efek berganda hingga sepuluh lapisan ekonomi.
Artikel Terkait
Ekspansi Global Danantara: Akuisisi Hotel dan Ambil Alih Lahan Seluas 4,4 Hektare di Jantung Makkah
Gugatan Cerai Atalia Praratya Terdaftar, PA Bandung Tegaskan Proses Hukum Bukan Isu Medsos
KPK Cium Tambang Emas Ilegal di Pulau Sebayur, 1 Kawasan Penyangga TN Komodo Jadi Sorotan
Stok Aman, Harga Bergejolak: Bapanas Mobilisasi 13 Ton Cabai Harian dari Sentra Produksi
Angka Pertumbuhan Tinggi, Dampak Rendah: Kritik Jusuf Kalla Terhadap Kebijakan Hilirisasi Nikel Nasional
Angka dan Nama Baru di PT Aneka Tambang Tbk: RUPSLB 2025 Tetapkan 6 Direksi dan 6 Komisaris
Bentrok Tambang Emas Ketapang: 15 WNA Tiongkok Ditangkap, Aset Korporasi Mengalani Rusak
Skema Kemitraan Jadi Opsi ESDM Saat Tambang Ilegal Sebabkan Kerugian Hingga Triliunan
Dugaan Penyerangan Prajurit TNI, 15 WNA Tiongkok dan Kerusakan Aset Tambang Emas Ketapang
Tambang Ilegal dan Penyelundupan Masih Marak, Prabowo Sebut Oknum TNI-Polri Jadi Pelindung Kejahatan