INDONESIA24JAM.COM - Mengapa ekonomi sebuah provinsi bisa anjlok drastis hanya gara-gara satu hambatan ekspor?
Apa yang sebenarnya terjadi hingga Papua Tengah mencatat kontraksi terdalam dalam beberapa tahun terakhir? Situasi ini memicu banyak pertanyaan dari publik.
Kontraksi ekonomi Papua Tengah menjadi minus delapan persen dilaporkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kepada Presiden Prabowo Subianto pada awal pekan ini sebagai dampak tertahannya ekspor PT Freeport Indonesia.
Baca Juga: Sebanyak 40,4 Ton Beras Ilegal Disegel di Batam Saat Stok Nasional Tembus 3,8 Juta Ton Bulog
Penurunan ini terjadi karena aktivitas produksi dan distribusi Freeport terganggu setelah insiden kebakaran fasilitas pengolahan di KEK Gresik dan longsor di tambang bawah tanah.
Tito Karnavian menjelaskan bahwa gangguan tersebut menahan arus ekspor sehingga berpengaruh besar terhadap Produk Domestik Regional Bruto provinsi baru tersebut.
Gangguan Smelter Gresik Menahan Arus Produksi Utama
Operasional smelter Freeport di KEK Gresik berhenti sementara setelah insiden kebakaran melanda pabrik asam sulfat dan fasilitas pemisahan gas bersih pada awal tahun.
Baca Juga: Penguatan Diplomasi: Mengapa RI Tambah Wakil Dubes di Beijing di Tengah Lonjakan Investasi Tiongkok
Penghentian sementara fasilitas pemrosesan ini membuat alur produksi mineral tambang tidak dapat berjalan normal selama masa pemulihan.
Akibatnya, volume ekspor menurun signifikan dan menahan kontribusi sektor pertambangan terhadap perekonomian Papua Tengah yang selama ini bergantung pada operasi Freeport.
Longsor Grasberg Block Cave Perparah Penurunan Aktivitas Tambang
Selain gangguan di smelter, longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave di Mimika turut menghambat keluaran produksi bijih mineral Freeport.
Baca Juga: Wacana Redenominasi: 10 Tahun Mandek, Ekonom Sebut Tidak Ada Urgensi Kebijakan Mata Uang Baru
Insiden tersebut membuat sejumlah area kerja ditutup sementara sehingga menekan pasokan bahan mentah untuk proses smelting.
Gangguan beruntun dari lokasi tambang dan fasilitas pemrosesan membuat ekspor terhambat lebih lama dari perkiraan awal.
Dampak Ekonomi Mengguncang Wilayah Timika dan Sekitarnya
Kontraksi ekonomi paling terasa di Timika dan kawasan sekitar karena sebagian besar aktivitas ekonomi berputar dari rantai industri tambang Freeport.
Artikel Terkait
Transformasi Berujung Pidana, BPK Temukan Rp4,8–10 M, Namun Dakwaan Kerugian Jauh Lebih Besar
Tiga Kementerian Diminta Putuskan: Status Polisi Aktif di ESDM Pasca Putusan MK Jadi Sorotan
Kasus Korupsi Petral Meluas, Kejagung Dalami Dugaan Keterlibatan Mohammad Riza Chalid
Kawasan Konservasi Baru: Upaya Pelestarian Flora-Fauna di Gunung Galunggung Tasikmalaya
Mentan Sebut 250 Ton Beras Thailand Masuk Tanpa Izin, Pemerintah Selidiki Celah Pengawasan
Ketergantungan Impor Kedelai, DPR Minta Kementan Prioritaskan Lahan Tanam Sesuai Arahan Presiden
Tiga Era Politik Indonesia Dinilai Melenceng: Mahfud MD Bandingkan Orde Baru dan Reformasi Lewat Data Korupsi
Baju Bekas Ilegal Membanjir, Ekonom Soroti Risiko Industri Tekstil Rp100 Triliun
Setelah 15 Tahun Wacana Mandek, Redenominasi Rupiah Dinilai Tidak Menguntungkan Perekonomian
RI Perkuat Diplomasi: Penunjukan Wakil Dubes Baru untuk Optimalkan Investasi dan Perlindungan WNI